Kurangi Urbanisasi, Manfaatkan Peluang di Desa

Jum'at, 24 Juli 2015 - 09:11 WIB
Kurangi Urbanisasi,...
Kurangi Urbanisasi, Manfaatkan Peluang di Desa
A A A
JAKARTA - Masyarakat yang tinggal di pedesaan diimbau lebih memanfaatkan peluang di desanya dibanding mengadu nasib di kota tapi tanpa rencana dan keahlian.

”Saya mengimbau masyarakat untuk lebih memaksimalkan potensi desa dan mengembangkan ekonomi pedesaan,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta kemarin.

Menurut dia, ekonomi di perdesaan tidak kalah dengan ekonomi di perkotaan, terutama setelah ada kebijakan pemerintah yang memberikan kewenangan kepada desa guna mengembangkan potensi ekonomi masing-masing dengan dana desa.

Untuk itu, penduduk desa perlu memanfaatkan peluang itu sebaiknya untuk kesejahteraan desa, seperti mengembangkan ekonomi kreatif. Ia mencontohkan, peluang yang bisa digunakan oleh desa melalui dana desa dari pemerintah antara lain adalah membuat Badan Usaha Milik Desa atau, misalnya, mengembangkan desa wisata.

Bila perekonomian desa tumbuh dengan baik, Menteri Marwan meyakini, peredaran uang dan investasi bakal tersebar ke seluruh daerah dan desa sehingga menciptakan lapangan pekerjaan yang merata. ”Sehingga, arus perputaran uang tidak hanya terpusat disatu titik saja,” ujarnya.

Marwan menyampaikan, telah terdapat sejumlah daerah yang berhasil memberdayakan potensi desa dengan membuat Badan Usaha Milik Desa untuk memproduksi sejumlah komoditas yang menjadi unggulan dari daerah atau desa tersebut.

Sebelumnya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tingginya urbanisasi dari desa ke kota pasca-Lebaran, terutama warga yang tidak memiliki keahlian, berpotensi menjadi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). ”Urbanisasi berpotensi menjadi persoalan baru, terutama mereka yang tidak mempunyai skill sehingga tidak mampu bertahan hidup di kota, akhirnya menggelandang,” kata Mensos di Jakarta.

Setelah hidup menggelandang, kata Khofifah, mereka juga bisa mengalami gangguan psikotik atau kejiwaan jika tidak kuat menanggung beban hidup di kota. Para kaum urban tersebut, biasanya bergerak pasca- Lebaran dan sudah menjadi tren karena mereka yang mudik ke kampung, biasanya kembali ke kota bersama kerabat atau teman-temannya.

Untuk itu, pemerintah daerah perlu memastikan mereka mempunyai skill atau keahlian tertentu sehingga mampu ditampung di dunia kerja.

Syarifudin/ant
(ftr)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Minta Beras ke Kades,...
Minta Beras ke Kades, Warga Miskin di Bengkulu Dipolisikan
Sultan Mahmud Badaruddin...
Sultan Mahmud Badaruddin II, Harimau Palembang yang Menolak Tunduk hingga Diasingkan
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved