Presiden Uganda Juru Damai Konflik Burundi

Kamis, 16 Juli 2015 - 12:35 WIB
Presiden Uganda Juru...
Presiden Uganda Juru Damai Konflik Burundi
A A A
BUJUMBURA - Presiden Uganda Yoweri Musevani menengahi pembicaraan antara pemerintah dan kelompok oposisi Burundi yang menentang Presiden Pierre Nkurunziza maju kembali untuk masa jabatan ketiga.

Museveni bertemu dengan perwakilan pemerintah dan oposisi pemimpin Burundi di ibu kota negara, Bujumbura, Selasa (14/7) waktu setempat. Pembicaraan dihadiri Agathon Rwasa, pemimpin oposisi paling menonjol di Burundi. Dalam sambutannya sebelum memulai pembicaraan, Museveni mendesak para pemimpin Burundi berjuang untuk persatuan. Dia juga mengatakan, sektarianisme merupakan ancaman bagi pembangunan.

”Saya senang pemerintah Burundi melucuti senjata milisi pemuda propemerintah yang dituduh melakukan kejahatan serius, termasuk pembunuhan terhadap lawan mereka,” ujar Museveni, dilansir US News.com. Museveni yang memerintah Uganda sejak 1986 ini dipilih para pemimpin regional awal bulan ini untuk menengahi krisis politik Burundi menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan 21 Juli mendatang.

Situasi Burundi menegang sejak April ketika partai yang berkuasa di negara itu menginginkan Nkurunziza kembali menjadi calon presiden untuk masa jabatan ketiga. Sebelum menjadi presiden, Museveni sering terlibat dalam pemberontakan menggulingkan pemimpin Uganda Amin (1971-1979) dan Milton Obote (1980-1985). Pada pertengahan 1990-an, Museveni dinobatkan Barat sebagai bagian dari generasi baru pemimpin Afrika.

Pemerintah Barat juga memuji Museveni karena patuh kepada IMF dengan melakukan program penyesuaian struktural dengan privatisasi BUMN. Prestasi Museveni yang paling mencolok yaitu kampanye melawan AIDS.

Ananda nararya
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved