Legalkan Politik Dinasti, Gerindra Sebut MK Malaikat

Kamis, 09 Juli 2015 - 15:24 WIB
Legalkan Politik Dinasti,...
Legalkan Politik Dinasti, Gerindra Sebut MK Malaikat
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria kecewa terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak Pasal dalam Undang-undang (UU) Pilkada tentang pembatasan politik calon yang memiliki hubungan darah dengan petahana atau politik dinasti.

"Kalau MK dibilang mengejutkan namanya juga malaikat jadi ya begitu mengejutkan, jadinya malaikat konstitusi," ujar Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2015).

"MK punya sudut pandang sendiri, merasa paling adil. Saya merasa kecewa, MK melegalkan politik dinasti," sambung politikus Partai Gerindra tersebut.

Padahal kata dia, dalam rapat gabungan antara DPR dan pemerintah, Komisi II telah meminta Pemimpin MK untuk mengerti maksud dan tujuan DPR batasi petahana tersebut.

Menurut politikus Partai Gerindra itu, fakta yang telah terbukti di lapangan pada pelakasaan Pilkada sangat mudah bagi yang memiliki kekuasaan dan otoritas untuk mendapatkan kemenangan.

"Karena punya kewenangan menempatkan pejabat dari level bawah hingga level atas. Sehingga dengan kata lain Kepala Daerah yang terpilih melalui jalur internal dapat tersandera oleh kepentingan pribadi," jelasnya.

Menurut Riza, tidak dibatasinya aturan petahana ini akan menimbulkan ketidakadilan. Bahkan, dia menilai, MK tidak memikirkan politik dinasti yang dapat menyebabkan terjadinya pemiskinan dan pembodohan masyarakat.

"Faktanya daerah tidak maju, masyarakat tidak sejahtera. Kroni-kroniya makmur, masyarakat semakin miskin," ungkapnya.

Kendati demikian, Riza mengaku Komisi II tidak bisa berbuat banyak lagi mengingat putusan MK merupakan final dan mengikat. Dia hanya menaruh harapan agar pemimpin partai politik dapat lebih selektif memilih calonnya agar tak ada lagi calon incumbent.

"Kita menghimbau meminta untuk partai politik tidak memberi kesempatan kepada incumbent untuk ikut dalam pilkada," tandasnya.

Pilihan:

Istana Minta Maaf Salah Ketik Nama BIN

Politikus PDIP Ini Geram Istana Salah Terus
(maf)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Aji Mumpung Anak Mahkota...
Aji Mumpung Anak Mahkota di Pemilihan Kepala Daerah
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
27 November Akan Ditetapkan...
27 November Akan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional  
Berita Terkini
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Roy Suryo Soroti Karya...
Roy Suryo Soroti Karya Jurnalistik Dijadikan Bukti dalam Dakwaan Dokter Tifa
Menhut Tegaskan Amplop...
Menhut Tegaskan Amplop Bupati Kuansing Dikembalikan dan Tak Ada Pelepasan Hutan
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Transformasi Polri di Era Listyo Sigit Dapat Apresiasi
Kemandirian Fiskal Tertinggi...
Kemandirian Fiskal Tertinggi Kategori Kota se-Indonesia, Semarang Ditetapkan Jadi Transformer City
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved