Siasati Mahalnya Harga Rumah dan Gaya Hidup Bersahaja

Kamis, 09 Juli 2015 - 09:58 WIB
Siasati Mahalnya Harga...
Siasati Mahalnya Harga Rumah dan Gaya Hidup Bersahaja
A A A
Meroketnya harga perumahan di London, ibu kota Inggris, menjadikan masyarakat memilih akomodasi yang murah meriah.

Mereka mendirikan rumah perahu karena lebih hemat dan efektif. Apalagi, banyaknya jaringan kanal dan sungai di London, rumah perahu semakin menjamur dan menjadi tren. ”Sudah menjadi hal umum bagi orang untuk tinggal di kapal,” kata Jim Bryden, 39, pekerja pendidikan. Dia tinggal di rumah perahu yang diberi nama ”Violet Mae” bersama kekasihnya, seekor anjing dan seekor kucing.

Mereka sudah menghuni rumah perahu itu selama dua tahun. ”Saya tinggal di rumah perahu setelah dua pekan mendapatkan peringatan karena tidak membayar sewa apartemen,” ungkapnya. Bryden membeli kapal senilai USD16.000 (Rp213 juta). Tidak mudah tinggal di rumah perahu. Mereka menghadapi permasalahan dengan mesin kapal.

Tidak bisa tidur nyenyak karena gangguan nyamuk. Bertahan di musim dingin dengan tungku pemanas. Mereka juga harus tinggal di ruangan berukuran 2,1 meter. Belum lagi, banyak kapal memenuhi kanal sehingga terlihat sangat ramai dan bising. Pemeliharaan rumah kapal juga tergolong mahal.

Jika tidak memiliki biaya, pemilik harus cepat memperbaiki kerusakan seperti bocor. ”Jika Anda orang yang malas, tinggal di rumah kapal akan menjadi mimpi buruk,” kata Mikaela Khan-Parrack, 26, yang tinggal di rumah perahu selama empat tahun. Dia mengatakan, membeli kapal itu urusan mudah, tetapi merawat perahu menjadi urusan yang sangat memusingkan.

Membeli perahu memang lebih murah dibandingkan dengan membeli rumah di London. Harga kapal yang paling mahal mencapai 100.000 poundsterling (Rp2 miliar). Sedangkan rata-rata harga rumah di London mencapai 500.000 poundsterling (Rp10 miliar) dan selalu mengalami kenaikan 11% setiap tahun.

Bagaimana dengan penyewaan apartemen? Harga sewa juga mengalami peningkatan. Rata-rata sewa apartemen itu separuh gaji pekerja di London. Menurut Canal and River Trust (CRT), setiap hari satu rumah perahu memasuki perairan London. Dibandingkan tahun lalu, terjadi kenaikan 85% rumah perahu.

CRT mengelola 3.200 jaringan sungai dan kanal di Inggris yang dibangun saat revolusi industri. Banyaknya rumah perahu menjadikan sungai menjadi macet dan ketegangan di antara para penghuni. Di kanal Regent, London, banyak penduduk lokal yang mengajukan protes kepada pemerintah lokal.

Mereka mengakui terganggu dengan aktivitas rumah perahu yang cenderung bisnis dan mengeluarkan asap yang mengganggu rumah warga. Parahnya, banyaknya rumah perahu justru menjadi seperti ”gubuk mengambang”. Sebagai solusi untuk mengatasi kepadatan rumah perahu, CRT menerbitkan lisensi yang memaksa rumah perahu untuk berpindah setiap 14 hari sekali.

Juru bicara CRT Joe Coggins mengungkapkan, para penghuni perahu harus mengikuti aturan untuk tinggal di kanal atau sungai. ”Banyak orang yang pindah ke rumah perahu. Itu bukan lagi karena mahalnya harga rumah, tetapi banyak orang memandang tinggal di perahu sebagai gaya hidup,” katanya.

Arvin
(ftr)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved