Hadapi Cyber War, Sutiyoso Diminta Perkuat Sistem Pertahanan IT
Rabu, 08 Juli 2015 - 19:40 WIB
Hadapi Cyber War, Sutiyoso Diminta Perkuat Sistem Pertahanan IT
A
A
A
JAKARTA - Letjen (Purn) TNI Sutiyoso telah resmi dilantik menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (KaBIN) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Marciano Norman.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, pekerjaan rumah terbesar yang harus diselesaikan oleh Sutiyoso adalah menjawab tantangan cyber war yang akan segera dihadapi Indonesia di masa mendatang.
Dia mengingatkan, tantangan yang dihadapi negara bukan lagi yang bersifat konvensional. Kejahatan dilakukan dengan kecanggihan teknologi yang terus berkembang.
"Tantangan dan kemajuan IT ke depan ini dunia intelijen kita harus direformasi juga. Jangan hanya melakukan pola tradisonal. Cyber unit harus diprioritaskan," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2015).
"Karena kejahatan ke depan pasti akan melalui cyber crime, melalui tekonologi. Ini harus diperhatikan Sutiyoso," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menyinggung perlunya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI. Terutama pengadaan pesawat-pesawat baru berteknologi canggih dan paling mutakhir.
"Panglima TNI dan TNI secara umum menjadi perhatian khusus. Tekonologi yang muktahir ya. Kami sangat mendukung pengadaan pesawat paling canggih. Kalau ini bisa diadakan ini sangat bagus," pungkas Fadli.
PILIHAN:
Sutiyoso Targetkan Rekrut 1.000 Personel BIN
DPR Harap KaBIN & Panglima Baru Perketat Keamanan Negara
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, pekerjaan rumah terbesar yang harus diselesaikan oleh Sutiyoso adalah menjawab tantangan cyber war yang akan segera dihadapi Indonesia di masa mendatang.
Dia mengingatkan, tantangan yang dihadapi negara bukan lagi yang bersifat konvensional. Kejahatan dilakukan dengan kecanggihan teknologi yang terus berkembang.
"Tantangan dan kemajuan IT ke depan ini dunia intelijen kita harus direformasi juga. Jangan hanya melakukan pola tradisonal. Cyber unit harus diprioritaskan," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2015).
"Karena kejahatan ke depan pasti akan melalui cyber crime, melalui tekonologi. Ini harus diperhatikan Sutiyoso," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menyinggung perlunya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI. Terutama pengadaan pesawat-pesawat baru berteknologi canggih dan paling mutakhir.
"Panglima TNI dan TNI secara umum menjadi perhatian khusus. Tekonologi yang muktahir ya. Kami sangat mendukung pengadaan pesawat paling canggih. Kalau ini bisa diadakan ini sangat bagus," pungkas Fadli.
PILIHAN:
Sutiyoso Targetkan Rekrut 1.000 Personel BIN
DPR Harap KaBIN & Panglima Baru Perketat Keamanan Negara
(kri)