Vonis Bangkrut Negara-Negara Gagal Bayar Utang

Senin, 06 Juli 2015 - 10:52 WIB
Vonis Bangkrut Negara-Negara...
Vonis Bangkrut Negara-Negara Gagal Bayar Utang
A A A
Yunani resmi menjadi negara bangkrut setelah tidak bisa membayar utangnya ke International Monetary Fund (IMF) sekitar Rp22 triliun yang jatuh tempo 30 Juni 2015. Yunani menambah panjang daftar negaranegara di dunia yang lebih dulu dinyatakan bangkrut secara ekonomi.

Yunani dengan utang USD138 miliar

Pada Maret 2012 lalu, Yunani juga tidak bisa membayar utang-utangnya senilai USD138 miliar, atau sekitar Rp1.794 triliun. Namun, Yunani mendapat bantuan dari partnernya di Eropa berupa suntikan dana (bailout). Ini yang menjadi pemicu terjadinya krisis lanjutan di Yunani saat ini.

Argentina dengan utang USD95 miliar

Pada November 2001, mata uang Argentina dipatok sama dengan dolar AS dalam bertahun-tahun. Namun ternyata, nilai tukar mata uang Argentina dengan mata uang asing menjadi tidak akurat. Akhirnya muncul kepanikan, dan warga Argentina mulai menarik uang dari perbankan, namun ditahan oleh pemeintahnya.Pada Juli 2014, Argentina dinyatakan gagal bayar (default), tidak bisa membayar utangnya kepada kreditur.

Jamaika dengan utang USD7,9 miliar

Kejadiannya pada Februari 2010. Pemerintah negara ini melakukan belanja anggaran besar bertahun-tahun, dan tingginya inflasi membuat Jamaika tidak bisa membayar utang-utangnya. Saat itu, 40% dari anggaran pemerintah dialokasikan untuk membayar utang. Ekonomi Jamaika yang bergantung pada pariwisata, menderita karena resesi ekonomi di AS pada akhir 2008.

Ekuador dengan utang USD3,2 miliar

Pada Desember 2008, Ekuador menyatakan tak mau membayar utangnya. Presiden Ekuador saat itu, Rafael Correa mengatakan tidak kepada krediturnya. Alasannya, utang-utang dari hedge fund asal Amerika Serikat (AS) dinilai tidak bermoral.

Zimbabwe dengan utang USD4,5 miliar

Pada 2008, Zimbabwe, salah satu negara di kawasan Afrika juga mencatatkan kisah kelam dalam sejarah perekonomiannya. Kala itu, salah satu negara miskin di Afrika ini terlilit utang sebesar USD4,5 miliar.

Nauru dengan utang USD240 miliar

Nauru di era tahun 1980-an merupakan negara makmur. Namun Nauru akhirnya bangkrut karena pemerintah telah melakukan investasi buruk sehingga memaksa negara melakukan pinjaman. Pada 2001, Nauru membuat perjanjian dengan Australia untuk melakukan pinjaman yang membuatnya menjadi ketergantungan. Utangnya mencapai USD240 miliar.

DAFTAR NEGARA PENGUTANG TERBESAR DI DUNIA

Berdasarkan data Bank Dunia (2013), Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara pengutang terbesar di dunia.
AS
Jepang
China
Jerman
Italia
India
Indonesia

ASEAN

Singapura
Indonesia
Malaysia
Thailand
Filipina
Vietnam
Myanmar

Anggota G20

Indonesia
Afrika Selatan
Meksiko
Turki
Arab Saudi

TIPE KRISIS EKONOMI

Krisis Produksi
Tipe krisis ekonomi yang bersumber dari dalam negeri

Krisis Perbankan

Krisis Nilai Tuka
kurs dari mata uang suatu negara mengalami penurunan atau depresiasi sangat besar yang prosesnya mendadak atau berlangsung terus-menerus membentuk sebuah tren yang meningkat

Krisis Perdagangan
Dalam hal krisis-krisis ekonomi berasal dari sumbersumber eksternal ada dua jalur utama, yaitu perdagangan dan investasi/arus modal. Di dalam jalur perdagangan itu sendiri ada dua sub-jalur, yaitu ekspor dan impor (barang dan jasa)

Krisis Modal
Pengurangan modal di dalam negeri dalam jumlah besar atau penghentian bantuan serta pinjaman luar negeri akan menjadi sebuauh krisis ekonomi bagi banyak negara

KREDITUR YUNANI


Jerman
Perancis
Italia
Spanyol
IMF
ECB
Belanda
AS
Inggris
Belgia
Austria
Finlandia

INDIKASI KEBANGKRUTAN

* Hilangnya kontrol atas wilayah negara.
* Ketidakmampuan memberikan pelayanan publik.
* Banyaknya hutang negara.
* Tingginya tingkat korupsi dan kriminal.
* Menurunnya perekonomian secara tajam.
* Ditinggalkan oleh penduduknya.

HAL YANG TERJADI JIKA NEGARA BANGKRUT
* Pasar saham akan crash
* Setiap orang akan mulai saling melakukan segala cara untuk mendapatkan pasokan makanan
* Korupsi merajalela dan justru dilakukan oleh lembaga yang sebenarnya mempunyai tugas pokok melindungi rakyat, masyarakat, dan negara terhadap gangguan korupsi itu.
* Semua lembaga keuangan akan gagal
* Orang kaya akan menguasai negara dan mengubah
* Utang luar negeri yang semakin menumpuk
* Pelaku bisnis akan menutup usaha mereka sehingga tidak ada lagi pekerjaan
* Ekspor dan produksi sulit
* Terjadi kerusuhan massal sementara aparat keamanan tidak ada
(ftr)
Berita Terkait
OIKN dan DPR Bahas Rekonstruksi...
OIKN dan DPR Bahas Rekonstruksi Anggaran dalam RDP, Tekankan Efisiensi Belanja 2025
6 Kota Paling Multikultural...
6 Kota Paling Multikultural di Dunia, dari Amsterdam hingga Singapura
10 Negara dengan Etnis...
10 Negara dengan Etnis Paling Beragam di Dunia
5 Sekolah Termahal,...
5 Sekolah Termahal, Biayanya Bisa Membuat Anda Tercengang
Inilah 6 Mata-mata Paling...
Inilah 6 Mata-mata Paling Sukses di Dunia
10 Negara dengan Sistem...
10 Negara dengan Sistem Kesehatan Publik Terbaik di Dunia
Berita Terkini
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved