Polisi Periksa Ibu Kandung Terduga Penganiayaan Anak

Senin, 06 Juli 2015 - 10:45 WIB
Polisi Periksa Ibu Kandung...
Polisi Periksa Ibu Kandung Terduga Penganiayaan Anak
A A A
JAKARTA - Polisi akan memeriksa ibu kandung yang diduga menganiaya anaknya pada Rabu (8/7) mendatang.

Kasus dugaan penganiayaan mencuat berkat laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ke Polres Jakarta Selatan. Si anak berinisial GT, 12, diduga dianiaya ibu kandungnya, LSR, 45, dengan cara digergaji. ”Maka itu, kami mengundang LSR untuk mengetahui hal ini lebih jauh,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru kemarin.

Menurut dia, keterangan dari LSR sangat penting untuk menggali informasi kejadian sebenarnya, sebab dari pemeriksaan GT diduga korban berbohong terkait penggergajian terhadap dirinya. Dugaan korban berbohong berdasarkan dua kali pemeriksaan psikologi GT. ”Pertama, pemeriksaan dilakukan oleh psikolog bernama Ibu Afin pada 1 Juli lalu. Hasilnya GT tak mengalami trauma mental berat. Dia hanya butuh persiapan mental saja untuk bertemu ibunya,” katanya.

Pemeriksaan kejiwaan kembali dilakukan pada 3 Juli. ”Pemeriksaan dilakukan oleh psikolog bernama Pak Ulum dari P2TP2A. Hasilnya, GT adalah anak yang memiliki kecerdasan baik,” ucapnya. Maka apa yang dilakukan GT, sebenarnya sedang melakukan perlawanan terhadap ibunya. Artinya, GT bisa saja melawan dengan cara berbohong soal dianiaya ataupun digergaji. GT melarikan diri dari rumahnya yang berada di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ke rumah tetangganya.

Kepada tetangganya berinisial FT, GT mengaku telah dianiaya sang ibu. Dia takut pulang karena tak mengerjakan perintah ibunya membersihkan toilet. KPAI masih menunggu hasil penyelidikan polisi terkait dugaan kekerasan yang dilakukan LSR.

”Dugaan itu kita serahkan ke polres dan polsek. Di sini saya belum dapat memberikan keterangan, karena semua ini sudah berada pada penyidikan Polres Jaksel,” ujar Sekjen KPAI Erlinda. Mengenai dugaan kekerasan yang dialami GT, dia akan menunggu hasil visum. ”Adanya dugaan seperti tangan digergaji atau lain-lain harus legitimasi. Hasil visum kan belum ada,” ucapnya.

Setelah hasil visum keluar dari situ akan terlihat apakah benar ada dugaan kekerasan maupun dugaan penyiksaan tambahan. Saat ini GT masih berada di safe house di Jakarta Timur.

Helmi syarif/ sindonews
(ftr)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
MAKI Temukan Potensi...
MAKI Temukan Potensi Korupsi dalam Kepemilikan SPPG, Sahroni: Kejagung Wajib Usut!
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Polri ke Rapat Paripurna
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Operasi Patuh Bakal...
Operasi Patuh Bakal Digelar Menjelang Nataru
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK seusai Terjaring OTT
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved