Warga Masih Padati Lokasi Jatuhnya Hercules
Senin, 06 Juli 2015 - 10:38 WIB
Warga Masih Padati Lokasi Jatuhnya Hercules
A
A
A
MEDAN - Panas terik hingga mencapai 33 derajat celsius yang melanda Kota Medan, Sumatera Utara, kemarin, sama sekali tidak menyurutkan niat warga mendatangi lokasi jatuhnya Pesawat Hercules C-130 di Jalan Jamin Ginting Km 10 Medan.
Walaupun tidak ada lagi puing-puing badan pesawat dan reruntuhan bangunan, warga tetap an tu sias berdatangan. Hampir semua warga yang datang mengaku penasaran dengan kejadian yang merenggut lebih dari 140 orang itu. Kemacetan lalu lintas pun tak terelakkan karena pengendara kendaraan mengurangi kecepatan saat berada di sekitar kawasan itu. Malah beberapa di antaranya meng henti kan kendaraan dan beberapa warga tampak mengambil foto lokasi atau selfie .
Saking penasarannya, warga mencari lubang di pagar seng agar bisa melihat keadaan di dalamnya. Ada pula memanjat pagar Oukup BS dan lewat areal Hotel Braspati yang dindingnya tidak begitu tinggi. Mereka melihat secara bergantian. Seorang perempuan separuh baya, L Silaen, 43, warga Jalan Pancing Medan mengatakan, sengaja datang pada hari libur untuk menuntaskan rasa penasarannya.
”Sudah lama ingin melihat, tapi tidak bisa karena kerja. Jadi pas libur saya ke sini bersama teman-teman. Saudara-saudara saya di Jakarta terus bertanya ke saya tentang pesawat jatuh. Kalau diceritakan berdasarkan berita kurang puas daripada langsung melihat sendiri,” katanya. Walau sudah berada di lokasi, dia masih belum puas karena tidak melihat puingpuing pesawat. ”Mana badan pe sawatnya? Ini (kawasan ruko perumahan Gardenia) kok sudah rata dengan tanah? Itu (kawasan Oukup BS) kok ditutup,” katanya.
Hal serupa dikatakan Aminuddin Rasyid, 42, warga Tembung. Dia yang datang bersama keluarganya menilai wajar jika masyarakat ingin menyaksikan langsung lokasi pesawat jatuh. ”Mungkin warga luar Medan ingin datang ke sini, apalagi kita yang dekat,” katanya. Untuk mengantisipasi agar warga tidak masuk ke lokasi jatuhnya pesawat, sejumlah aparat TNI dan kepolisian ditempatkan untuk berjagajaga.
Lahan bangunan Oukup BS yang tertimpa badan pesawat ditutup dengan seng, termasuk perumahan Gardenia di pasang tali sebagai tanda areal tertutup. Terpisah, Camat Medan Tuntungan Gelora Kurnia Putra mengatakan, belum ada pendataan terperinci yang dilakukan terkait kerugian dialami warga akibat musibah Hercules A1310 ini. Namun, estimasi dia mencapai Rp3 miliar. ”Yang penting kalau kami dibutuhkan untuk pendataan atau apa pun tentang peristi wa ini, kami siap,” katanya.
Sementara proses identifika si para korban Pesawat Hercules C130 milik TNI Angkatan Udara (AU) masih terus dilanjutkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, kemarin. Ketua Tim DVI Polri KombesPol dr Setyo Purwanto mengungkapkan, jenazah yang sudah teridentifikasi hingga kemarin berjumlah 119 mayat.
Di tempat terpisah, Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, Mayor Jhoni Tarikan mengatakan, semua jenazah yang teridentifikasi sudah di berangkatkan ke daerahnya masingmasing.
Irwan siregar/ Dody ferdiansyah/ Panggabean hasibuan
Walaupun tidak ada lagi puing-puing badan pesawat dan reruntuhan bangunan, warga tetap an tu sias berdatangan. Hampir semua warga yang datang mengaku penasaran dengan kejadian yang merenggut lebih dari 140 orang itu. Kemacetan lalu lintas pun tak terelakkan karena pengendara kendaraan mengurangi kecepatan saat berada di sekitar kawasan itu. Malah beberapa di antaranya meng henti kan kendaraan dan beberapa warga tampak mengambil foto lokasi atau selfie .
Saking penasarannya, warga mencari lubang di pagar seng agar bisa melihat keadaan di dalamnya. Ada pula memanjat pagar Oukup BS dan lewat areal Hotel Braspati yang dindingnya tidak begitu tinggi. Mereka melihat secara bergantian. Seorang perempuan separuh baya, L Silaen, 43, warga Jalan Pancing Medan mengatakan, sengaja datang pada hari libur untuk menuntaskan rasa penasarannya.
”Sudah lama ingin melihat, tapi tidak bisa karena kerja. Jadi pas libur saya ke sini bersama teman-teman. Saudara-saudara saya di Jakarta terus bertanya ke saya tentang pesawat jatuh. Kalau diceritakan berdasarkan berita kurang puas daripada langsung melihat sendiri,” katanya. Walau sudah berada di lokasi, dia masih belum puas karena tidak melihat puingpuing pesawat. ”Mana badan pe sawatnya? Ini (kawasan ruko perumahan Gardenia) kok sudah rata dengan tanah? Itu (kawasan Oukup BS) kok ditutup,” katanya.
Hal serupa dikatakan Aminuddin Rasyid, 42, warga Tembung. Dia yang datang bersama keluarganya menilai wajar jika masyarakat ingin menyaksikan langsung lokasi pesawat jatuh. ”Mungkin warga luar Medan ingin datang ke sini, apalagi kita yang dekat,” katanya. Untuk mengantisipasi agar warga tidak masuk ke lokasi jatuhnya pesawat, sejumlah aparat TNI dan kepolisian ditempatkan untuk berjagajaga.
Lahan bangunan Oukup BS yang tertimpa badan pesawat ditutup dengan seng, termasuk perumahan Gardenia di pasang tali sebagai tanda areal tertutup. Terpisah, Camat Medan Tuntungan Gelora Kurnia Putra mengatakan, belum ada pendataan terperinci yang dilakukan terkait kerugian dialami warga akibat musibah Hercules A1310 ini. Namun, estimasi dia mencapai Rp3 miliar. ”Yang penting kalau kami dibutuhkan untuk pendataan atau apa pun tentang peristi wa ini, kami siap,” katanya.
Sementara proses identifika si para korban Pesawat Hercules C130 milik TNI Angkatan Udara (AU) masih terus dilanjutkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, kemarin. Ketua Tim DVI Polri KombesPol dr Setyo Purwanto mengungkapkan, jenazah yang sudah teridentifikasi hingga kemarin berjumlah 119 mayat.
Di tempat terpisah, Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, Mayor Jhoni Tarikan mengatakan, semua jenazah yang teridentifikasi sudah di berangkatkan ke daerahnya masingmasing.
Irwan siregar/ Dody ferdiansyah/ Panggabean hasibuan
(ftr)