52% Alutsista TNI Beroperasi Lebih dari 30 Tahun

Jum'at, 03 Juli 2015 - 20:58 WIB
52% Alutsista TNI Beroperasi...
52% Alutsista TNI Beroperasi Lebih dari 30 Tahun
A A A
JAKARTA - Jatuhnya pesawat kargo TNI AU C-130 beberapa hari lalu menambah daftar panjang deretan kecelakaan fatal yang melibatkan alutsista TNI. Kondisi tersebut berbahaya bagi kemampuan pertahanan negeri ini.

Sebab, bukan tidak mungkin insiden di Medan dapat menurunkan kepercayaan diri prajurit dan memengaruhi kemampuan effect deterrence Indonesia terhadap lawan.

"Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dari 2006-2015 ada 18 insiden fatal yang melibatkan pesawat militer TNI. Jadi rata-rata setiap tahun dua kali," ujar Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Iis Gindarsih saat menggelar Media Briefing Situasi dan Kondisi Alutsista TNI di Auditorium CSIS, Gedung Pakarti Centre, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2015).

Berdasarkan data base yang dimiliki CSIS per Desember 2014 lalu, TNI mengoperasikan 160 jenis alutsista dengan komposisi 64 jenis persenjataan untuk matra darat, kemudian 56 jenis persenjataan matra laut dan 40 tipe pesawat matra udara. Setidaknya, ada dua temuan terkait dengan kondisi sistem persenjataan TNI.

"Pertama, bila dilihat masa operasionalnya, mayoritas atau sekitar 52% dari total alutsista TNI telah dipergunakan lebih dari 30 tahun, meski usia alutsista tidak otomatis bahwa sistem persenjataan yang ada tidak baik untuk dioperasionalkan mengingat ada faktor teknis seperti pemeliharaan rutin dan perbaikan," jelasnya.

Kedua, meski modernisasi TNI telah dimulai sejak tahun 2000, akuisisi pertahanan Indonesia tampak lebih dititikberatkan untuk mengganti alutsista yang tidak lagi relevan dengan ancaman dan dinamika persenjataan di kawasan.

Menurut Iis Gindarsih, penggunaan alutsista usang ini paling banyak bukan di matra udara melainkan di darat dan laut. Dia mencontohkan, di matra Angkatan Darat (AD) 40% alutsistanya berusia di atas 40 tahun.

Bahkan, ada beberapa artileri yang diakuisisi sejak awal 1950 ketika Jenderal Nasution masih menjabat. Demikian juga di Angkatan Laut (AL), Kapal Perang Frigate kelas Pattimura diakuisisi 1980 dan sudah pernah dipakai oleh Angkatan Laut Belanda sejak 1950.

"Ini temuan yang sangat mengejutkan. Jadi akuisisi militer oleh TNI sampai saat ini masih andalkan alutsista hibah," katanya.

Selain itu, keterbatasan anggaran turut menjadi faktor utama yang menghambat modernisasi baik di matra darat, laut maupun udara. Pengadaan alutsista terbaru dalam 10-15 tahun belakangan ini hanya sekitar 19% dari total variasi sistem persenjataan TNI.

Dirinya melihat, logika yang digunakan pemerintah dan DPR tampaknya menempatkan anggaran militer sebagai variable independen dalam pengembangan kekuatan pertahanan Indonesia. Sedangkan di negara-negara lain menempatkan anggaran sebagai variabel dependen yakni, konsekuensi dari upaya pengembangan kapabilitas pertahanan militer negara.

Artinya, bila pemerintah negara tersebut menginginkan pengadaan satu atau dua skuadron pesawat tempur dengan kapabilitas tertentu maka otomatis anggaran akan dikalkulasikan dengan pesawat sesuai spesifikasi yang diinginkan.

Berbeda dengan Indonesia dimana anggaran ditetapkan terlebih dahulu, baru kemudian jumlah pesawat dan skuadron ditentukan sesuai ketersediaan anggaran tersebut.

"Jadi ada perbedaan perspektif perencanaan anggaran dan pengembangan kekuatan pertahanan di Indonesia. Ini ada anomali perencanaan. Jadi bisa disimpulkan proses modernisasi alutsista berjalan lamban."

"Melihat perkembangan lingkungan strategis dan kondisi alutsista TNI yang ada, pemerintah dan DPR hendaknya mengintensifkan upaya modernisasi militer khususnya dukungan finansial," sambungnya.

Karenanya, komitmen pemerintah agar anggaran pertahanan sebesar 1,5% dari Gross Domestic Product (GDP) patut menjadi momentum untuk membangkitkan kejayaan industri dalam negeri. Meskipun hal itu sangat dipengaruhi pertumbuhan ekonomi rata-rata 5%.

PILIHAN:

Hercules Jatuh, Komisi I DPR Minta TNI Tanggung Jawab

Pembaruan Alutsista TNI Dilakukan Bertahap
(kri)
Berita Terkait
Panglima TNI Tinjau...
Panglima TNI Tinjau dan Uji Senjata Produk PT. Pindad
Enam Rafale dan A-400M...
Enam Rafale dan A-400M Resmi Perkuat Alutsista TNI
Menyiapkan Drone untuk...
Menyiapkan Drone untuk Kekuatan Masa Depan TNI
Antusiasme Warga di...
Antusiasme Warga di Pameran Alutsista Peringatan HUT ke-79 TNI
Amankan KTT ASEAN, TNI-Polri...
Amankan KTT ASEAN, TNI-Polri Siagakan Alutsista
Mampukah N219 Amphibious...
Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Usia Pensiun Prajurit...
Usia Pensiun Prajurit TNI dari Pangkat Terendah hingga Tertinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved