Paripurna DPR Setujui Calon KaBIN dan Panglima TNI

Jum'at, 03 Juli 2015 - 11:52 WIB
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Calon KaBIN dan Panglima TNI
A A A
JAKARTA - Restu terhadap pencalonan Letnan Jenderal (Purn) TNI Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (KaBIN) telah diberikan oleh anggota DPR. Keputusan tersebut dikukuhkan dalam rapat paripurna DPR ke-36 dalam masa sidang ke-IV.

Sebelum mengambil keputusan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang memimpin sidang paripurna meminta persetujuan anggota dewan yang hadir.

"Perkenankan kami, apakah laporan Komisi I DPR mengenai hasil calon Kepala Badan Intelijen Negara disetujui?" tanya Fahri di ruang paripurna, Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2015).

"Setuju!" jawab para anggota dewan serentak.

Sebelumnya, dalam laporan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan, pihaknya sudah menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Sutiyoso pada Selasa 30 Juni lalu.
Setelah uji kelayakan dan kepatutan, 10 fraksi secara bulat setuju mendukung Sutiyoso sebagai KaBIN.

"Rapat DPR pada dasarnya dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat maka Komisi I DPR RI memutuskan bahwa Calon Kepala BIN, saudara Letnan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso layak dan diterima sebagai Kepala BIN," kata Mahfudz.

Selain mengesahkan Letjen (Purn) Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (KaBIN), DPR hari ini juga menyetujui Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Moeldoko.

Dalam laporannya, Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq mengatakan, pihaknya sudah menyelenggarakan uji kelayakan terhadap Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.

Penerimaan Komisi I ini juga berarti menyetujui pemberhentian Jenderal TNI Moeldoko sebagai Panglima TNI.

"Dalam hal ini, Komisi I DPR memberikan apresiasi atas capaian-capaian dan penilaian positif terhadap kinerja Panglima TNI. Menyetujui pengangkatan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI," ungkap Mahfudz.

Pilihan:

Menkumham dan Menpora Menteri Paling Banyak Bikin Gaduh

Saling Serang Menteri Rendahkan Presiden Dinilai Konyol
(maf)
Berita Terkait
Perangi COVID-19, BIN...
Perangi COVID-19, BIN Semprotkan Disinfektan di Jalanan Ibukota
Uji Kelayakan dan Kepatutan...
Uji Kelayakan dan Kepatutan Kepala BIN
5 Kepala Badan Intelijen...
5 Kepala Badan Intelijen Negara Pertama di Indonesia, Nomor 1 Dijuluki Bapak Intelijen
5 Perwira TNI Dapat...
5 Perwira TNI Dapat Penugasan Baru di Badan Intelijen Negara, Ini Daftar Namanya
BIN Berbagi Sembako...
BIN Berbagi Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19
Komandan Badan Inteligen...
Komandan Badan Inteligen yang Tewas Ditembak OTK Dimakamkan ala Militer
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved