Mundur dari Demokrat, Pasek Sebut Ada yang Bersorak
Rabu, 01 Juli 2015 - 14:54 WIB
Mundur dari Demokrat, Pasek Sebut Ada yang Bersorak
A
A
A
JAKARTA - Gede Pasek Suardika hari ini resmi mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Demokrat. Namun, disinyalir ada yang senang dan bersorak atas mundurnya sahabat mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaingrum itu.
Pasek menegaskan, sikapnya selama di Partai Demokrat hanya mengimplementasikan ajaran politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dikenal bersih, cerdas dan santun. Maka itu, dia minta maaf jika dalam mengimplementasikan ajaran SBY itu ada yang terusik.
"Duri dalam daging itu sudah pergi. Iya itulah faktanya.! Tapi yang pasti saya akan tetap melanjutkan ajaran SBY semaksimal mungkin," ujar Pasek dalam akun @G_paseksuardika, Rabu (1/7/2015).
A
nggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ini berjanji akan terus melontarkan kritik jika menemukan ajaran tidak sesuai dengan SBY. "Saya harus mengkritik kalau ada hal-hal yang diduga politik tidak bersih. Misalnya soal gratifikasi golf, mafia migas, PT Rekin dan lain-lain," ucapnya.
Dia mengakui mengajarkan ilmu politik bersih, cerdas, santun lebih mudah daripada melatih keterampilan politik untuk bersih, cerdas, santun. Alasannya, teori dan praktik jauh berbeda.
"Itu semua dilakukan karena saya masih menganut ajaran SBY, yaitu bersih, cerdas, santun. Ilmu dan keterampilan politik memang beda," tukasnya.
Baca: Pasek Resmi Mundur dari Kader Demokrat.
Pasek menegaskan, sikapnya selama di Partai Demokrat hanya mengimplementasikan ajaran politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dikenal bersih, cerdas dan santun. Maka itu, dia minta maaf jika dalam mengimplementasikan ajaran SBY itu ada yang terusik.
"Duri dalam daging itu sudah pergi. Iya itulah faktanya.! Tapi yang pasti saya akan tetap melanjutkan ajaran SBY semaksimal mungkin," ujar Pasek dalam akun @G_paseksuardika, Rabu (1/7/2015).
A
nggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ini berjanji akan terus melontarkan kritik jika menemukan ajaran tidak sesuai dengan SBY. "Saya harus mengkritik kalau ada hal-hal yang diduga politik tidak bersih. Misalnya soal gratifikasi golf, mafia migas, PT Rekin dan lain-lain," ucapnya.
Dia mengakui mengajarkan ilmu politik bersih, cerdas, santun lebih mudah daripada melatih keterampilan politik untuk bersih, cerdas, santun. Alasannya, teori dan praktik jauh berbeda.
"Itu semua dilakukan karena saya masih menganut ajaran SBY, yaitu bersih, cerdas, santun. Ilmu dan keterampilan politik memang beda," tukasnya.
Baca: Pasek Resmi Mundur dari Kader Demokrat.
(kur)