Sutiyoso Ingin Reformasi BIN, Masyarakat Diminta Jangan Takut
Rabu, 01 Juli 2015 - 00:21 WIB
Sutiyoso Ingin Reformasi BIN, Masyarakat Diminta Jangan Takut
A
A
A
JAKARTA - Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso telah direstui Komisi I DPR menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (KaBIN). Dia mengaku bersyukur atas sikap 10 fraksi di DPR yang setuju dan mendukung secara bulat pilihan Presiden Joko Widodo.
"Tidak ada kata lain kecuali kita ucapkan alhamdulillah. Semuanya berjalan lancar dan secara bulat Komisi I dari semua fraksi setuju dan mendukung keputusan Presiden yang menunjuk saya sebagai Kepala BIN," kata Sutiyoso di Gedung DPR, Selasa (30/6/2015).
Di sisi lain, Sutiyoso mengaku sadar, tugas berat telah menantinya. Dia ingin lembaga intelijen milik negara ini dapat lebih terbuka dan merangkul masyarakat guna menyelesaikan tugas berat tersebut. Dia pun meminta rakyat tidak menganggap BIN sebagai momok yang harus dihindari.
"Ke depan saya akan membuat BIN itu lebih terbuka. Artinya masyarakat bisa berpartisipasi, karena pekerjaan intelijen itu memerlukan banyak informasi. Jadi rakyat tidak perlu melihat BIN itu seperti momok atau menakutkan, tidak. BIN punya kita semua," ungkapnya.
Di awal masa tugasnya, Sutiyoso berencana akan segera meninjau sejumlah hal di internal BIN. Pertama, terkait organisasi BIN apakah telah mengakomodasi kepentingan tugas dan fungsi BIN.
Kedua, terkait kekuatan personel mulai dari jumlah hingga kualitas dari personel tersebut. Ketiga, terkait peralatan yang telah dimiliki BIN.
"Karena saya orang dari luar, mau masuk ke dalam, saya perlu waktu untuk melihat keadaan yang di dalam itu," kata Sutiyoso.
Dalam kesempatan itu, mantan Wakil Komandan Jenderal Kopassus ini berpesan kepada wartawan jika ke depan dirinya bakal irit bicara. Sebagai orang nomer satu di BIN, Sutiyoso dituntut menjaga rahasia negara serapat mungkin.
"Pekerjaan intelijen, pekerjaan yang menggunakan azas kerahasiaan sehingga harap memahami ke depan kalau ketemu saya, saya jadi pelit bicara. Jadi anda ngerti saja. Tapi kalau bicara lain bukan intelijen pasti saya akan jawab," pungkasnya.
"Tidak ada kata lain kecuali kita ucapkan alhamdulillah. Semuanya berjalan lancar dan secara bulat Komisi I dari semua fraksi setuju dan mendukung keputusan Presiden yang menunjuk saya sebagai Kepala BIN," kata Sutiyoso di Gedung DPR, Selasa (30/6/2015).
Di sisi lain, Sutiyoso mengaku sadar, tugas berat telah menantinya. Dia ingin lembaga intelijen milik negara ini dapat lebih terbuka dan merangkul masyarakat guna menyelesaikan tugas berat tersebut. Dia pun meminta rakyat tidak menganggap BIN sebagai momok yang harus dihindari.
"Ke depan saya akan membuat BIN itu lebih terbuka. Artinya masyarakat bisa berpartisipasi, karena pekerjaan intelijen itu memerlukan banyak informasi. Jadi rakyat tidak perlu melihat BIN itu seperti momok atau menakutkan, tidak. BIN punya kita semua," ungkapnya.
Di awal masa tugasnya, Sutiyoso berencana akan segera meninjau sejumlah hal di internal BIN. Pertama, terkait organisasi BIN apakah telah mengakomodasi kepentingan tugas dan fungsi BIN.
Kedua, terkait kekuatan personel mulai dari jumlah hingga kualitas dari personel tersebut. Ketiga, terkait peralatan yang telah dimiliki BIN.
"Karena saya orang dari luar, mau masuk ke dalam, saya perlu waktu untuk melihat keadaan yang di dalam itu," kata Sutiyoso.
Dalam kesempatan itu, mantan Wakil Komandan Jenderal Kopassus ini berpesan kepada wartawan jika ke depan dirinya bakal irit bicara. Sebagai orang nomer satu di BIN, Sutiyoso dituntut menjaga rahasia negara serapat mungkin.
"Pekerjaan intelijen, pekerjaan yang menggunakan azas kerahasiaan sehingga harap memahami ke depan kalau ketemu saya, saya jadi pelit bicara. Jadi anda ngerti saja. Tapi kalau bicara lain bukan intelijen pasti saya akan jawab," pungkasnya.
(san)