Hunian Tanpa Konsep

Minggu, 28 Juni 2015 - 10:39 WIB
Hunian Tanpa Konsep
Hunian Tanpa Konsep
A A A
Butet Kartaredjasa membangun huniannya tanpa konsep. Yang ia kedepankan hanya nuansa alami dan serbaterbuka, hingga menciptakan rumah nan nyaman sekaligus enak dihuni. Tak ada dinding penyekat yang masif di sana. Melainkan sebuah bangunan yang mencerminkan satu kesatuan dari ruang-ruang yang terpisah.

Rumah Butet terkesan sangat lapang berkat ”konsep” serbaterbuka yang diusungnya itu. Antara ruang satu dengan ruang yang lain nyaris tidak tertutup oleh sekat. Ayah tiga anak ini menilai, banyaknya ruang terbuka akan membuat penghuni rumah berikut lingkungan di sekitarnya menjadi lebih sehat.

Bahkan untuk urusan penamaan dan fungsi ruang, bisa dibilang pria bernama lengkap Bambang Ekoloyo Butet Kartaredjasa ini tidak terlalu mementingkannya. Semua ruang bisa menjadi ruang utama, ruang santai, ataupun ruang keluarga, tergantung yang ingin menggunakannya. Butet memang membebaskan semua anggota keluarga, kerabat dan koleganya untuk berada di mana saja.

Kecuali kamar tidur, dapur, dan kamar mandi yang menjadi area privasi di rumah ini. Sejatinya Butet tak tahu konsep rumah dia yang sebenarnya. Secara tegas pria kelahiran 1961 ini mengatakan bahwa rumahnya memang tidak mengusung konsep tertentu. Dia hanya menginginkan rumah yang nyaman dan enak dihuni.

Tak masalah bila materialnya sebagian besar berasal dari rumah lama milik orang tua, atau bangunan rumah sakit tentara yang berada di Magelang, misalnya. ”Tidak ada konsep. Saya tidak mau terjebak dalam konsep rumah minimalis atau apa, karena yang terpenting rumah itu enak ditinggali, terbuka, banyak pohon, ada udara segar, dan jalur sirkulasi yang baik.

Dengan begitu angin bisa terasa, sementara AC hanya digunakan sesekali,” ujar Butet. Unsur-unsur tradisional Jawa jelas terlihat pada bangunan ini. Ada daun jendela kamar yang panjang dan besar, lantai terakota pada teras, daun jendela maupun daun pintu kayu jati nan lebar, bentuk-bentuk limasan, juga tak ketinggalan joglo. Unsur kayu banyak digunakan, seperti tampak pada bagian lantai, kamar, serta anak tangga.

Selain kayu, Butet juga mengaplikasikan cukup banyak material keramik dan batu alam. Sebagai seniman dan budayawan, tentu Butet menempatkan banyak benda seni di dalam huniannya. Patung, lukisan, bahkan koleksi bungkus rokok tampak menghiasi bagian-bagian rumah ini.

Benda dekoratif bernuansa Jawa dan Tiongkok menjadi pilihan Butet, termasuk barang-barang dari kayu, rotan, dan logam. Alumni ISI Yogyakarta ini juga menyimpan banyak lukisan yang ia buat sendiri. Karya-karya Butet itu tertata rapi di sebuah ruangan khusus di lantai dua.

Siti estuningsih
(bbg)
Berita Terkait
Dirut BTN Tokoh Pembiayaan...
Dirut BTN Tokoh Pembiayaan Rumah Rakyat
Salim Said Meninggal,...
Salim Said Meninggal, Pelayat Terus Berdatangan ke Rumah Duka
Sosok Ryamizard Ryacudu...
Sosok Ryamizard Ryacudu di Mata Dudung Abdurachman: Prajurit Pejuang
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Duka Ryamizard Ryacudu, Pelayat Terus Berdatangan
Tokoh Agama Datangi...
Tokoh Agama Datangi Rumah Jusuf Kalla, Bahas Apa?
Rumah Tokoh Masyarakat...
Rumah Tokoh Masyarakat di Pasuruan Digeruduk Banser Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Wamentan Sudaryono Dikabarkan...
Wamentan Sudaryono Dikabarkan Gantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN
Infografis
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Tanpa Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved