Polisi Kantongi Peta Jaringan ISIS di Bekasi dan Tangerang
Jum'at, 26 Juni 2015 - 01:54 WIB
Polisi Kantongi Peta Jaringan ISIS di Bekasi dan Tangerang
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya telah memiliki informasi tentang keberadaan jaringan pengikut gerakan Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Informasi itu dirangkum dalam peta jaringan ISIS, khususnya yang berada di wilayah Bekasi dan Tangerang.
"Kita sudah tahu petanya, orang-orangnya (yang terlibat ISIS)," ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian usai bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 26 Juni 2015.
Kendati demikian, kata Tito, Polda Metro akan berupaya melakukan pendekatan secara persuasif terhadap anggota jaringan ISIS.
Menurut Tito, pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengawasi pergerakan mereka.
Meski begitu, dia menegaskan akan menindaktegas anggota jaringan ISIS bila melakukan pelanggaran hukum. "Kalau berbuat salah ya mereka ditangkap, kalau tidak salah ya tidak ditangkap," kata Tito.
Pada Mei lalu, sebuah rumah di kawasan Bekasi diketahui telah digeledah oleh Densus 88 Antiteror. Penggeledahan itu dilakukan karena diduga rumah tersebut dihuni anggota ISIS.
Informasi itu dirangkum dalam peta jaringan ISIS, khususnya yang berada di wilayah Bekasi dan Tangerang.
"Kita sudah tahu petanya, orang-orangnya (yang terlibat ISIS)," ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian usai bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 26 Juni 2015.
Kendati demikian, kata Tito, Polda Metro akan berupaya melakukan pendekatan secara persuasif terhadap anggota jaringan ISIS.
Menurut Tito, pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengawasi pergerakan mereka.
Meski begitu, dia menegaskan akan menindaktegas anggota jaringan ISIS bila melakukan pelanggaran hukum. "Kalau berbuat salah ya mereka ditangkap, kalau tidak salah ya tidak ditangkap," kata Tito.
Pada Mei lalu, sebuah rumah di kawasan Bekasi diketahui telah digeledah oleh Densus 88 Antiteror. Penggeledahan itu dilakukan karena diduga rumah tersebut dihuni anggota ISIS.
(dam)