Ratusan Ribu Polisi Dikerahkan Amankan Pilkada
Jum'at, 26 Juni 2015 - 06:01 WIB
Ratusan Ribu Polisi Dikerahkan Amankan Pilkada
A
A
A
JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan mengerahkan 255.362 personelnya untuk mengamakan pelaksanan pemilhan kepala daerah (pilkada) serentak pada Desember mendatang.
Pilkada serentak akan digelar di 269 daerah yang terdiri dari sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 36 kota.
"Sebanyak 3.929 personel berasal dari Markas Besar Polri dan 251.433 personel yang tersebar di kabupaten, kota, dan provinsi yang akan melaksanakn pilkada serentak," ujar Kepala Badan pemiliharaan Keamanan (Kabarharkam) Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Putut Eko Bayu Seno dalam rapat dengan Komisi II DPR di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 25 Juni 2015.
Putut mengatakan telah menyiapkan strategi dan langkah-langkah pengamanan pilkada serentak. Pengamanan itu, kata dia, dilakukan pada setiap tahapan pilkada. "Sehingga mampu mengantisipasi dan mengeliminasi potensi gangguan yang muncul," ujarnya.
Menurut dia, Polri telah mengidentifikasi potensi kerawanan pada setiap tahapan pilkada. "Sejak pencetakan logistik, distribusi logistik hingga pada tahapan pelantikan dan pengambilan sumpah kepala daerah yang terpilih," tuturnya.
Potensi kerawanan yang muncul, lanjut Putut, bersifat biasa namun dapat berdampak instabilitas pengamanan nasional apabila tidak dilakukan langkah antisipatif.
"Munculnya berbagai pelanggaran pada saat pengumuman hasil pilkada tidak menutup kemungkinan dapat digunakan sebagai alat oleh pihak-pihak tertentu untuk mempermasalahkan keabsahan pilkada yang telah dilaksanakan," tutur Putut.
PILIHAN :
Calon Perseorangan Antusias Ikut Pilkada
Pilkada serentak akan digelar di 269 daerah yang terdiri dari sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 36 kota.
"Sebanyak 3.929 personel berasal dari Markas Besar Polri dan 251.433 personel yang tersebar di kabupaten, kota, dan provinsi yang akan melaksanakn pilkada serentak," ujar Kepala Badan pemiliharaan Keamanan (Kabarharkam) Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Putut Eko Bayu Seno dalam rapat dengan Komisi II DPR di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 25 Juni 2015.
Putut mengatakan telah menyiapkan strategi dan langkah-langkah pengamanan pilkada serentak. Pengamanan itu, kata dia, dilakukan pada setiap tahapan pilkada. "Sehingga mampu mengantisipasi dan mengeliminasi potensi gangguan yang muncul," ujarnya.
Menurut dia, Polri telah mengidentifikasi potensi kerawanan pada setiap tahapan pilkada. "Sejak pencetakan logistik, distribusi logistik hingga pada tahapan pelantikan dan pengambilan sumpah kepala daerah yang terpilih," tuturnya.
Potensi kerawanan yang muncul, lanjut Putut, bersifat biasa namun dapat berdampak instabilitas pengamanan nasional apabila tidak dilakukan langkah antisipatif.
"Munculnya berbagai pelanggaran pada saat pengumuman hasil pilkada tidak menutup kemungkinan dapat digunakan sebagai alat oleh pihak-pihak tertentu untuk mempermasalahkan keabsahan pilkada yang telah dilaksanakan," tutur Putut.
PILIHAN :
Calon Perseorangan Antusias Ikut Pilkada
(dam)