Soal Dana Aspirasi, PDIP Salahkan Sistem Pemilu

Kamis, 25 Juni 2015 - 16:54 WIB
Soal Dana Aspirasi,...
Soal Dana Aspirasi, PDIP Salahkan Sistem Pemilu
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aria Bima menyatakan penolakannya terhadap usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) atau sering disebut dana aspirasi.

Aria menilai, dana aspirasi merupakan buntut dari sistem pemilihan proporsional terbuka. Dengan memilih wakilnya secara langsung atau tidak melalui partai, para pemilih pada akhirnya akan meminta program kepada anggota legislatif yang telah mereka pilih.

"Soal dana aspirasi ini PDIP sudah menghawatirkannya sejak sistem pemilu dirombak menjadi proporsional terbuka. PDIP saat itu tak setuju dengan sistem pemilu seperti ini," ujar Aria di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2015).

"Ini konsekuensi dari pemilihan coblos nama. Kalau itu pemilu coblos partai, tak akan ada dana aspirasi," sambung anggota Komisi VI DPR ini.

Secara pribadi, Aria pun menolak disahkannya usulan dana aspirasi melalui rapat paripurna DPR Selasa 23 Juni lalu dengan berbagai alasan. Di antaranya terkait asas keadilan, akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana aspirasi ini.

Meski pengusulan dana aspirasi ini telah dimandatkan oleh Undang-undang MPR, DPR, DPRD dan DPD (MD3), Aria menilai, dibentuknya UU MD3 merupakan bentuk pengondisian dari berlangsungnya sistem pemilu proporsional terbuka.

Tak hanya itu, Aria juga meminta seluruh pihak yang dulu mengusulkan diberlakukannya sistem proporsional terbuka untuk ikut bertanggungjawab atas disahkannya pembahasan dana aspirasi ini.

"Intelektual, dosen, LSM yang dulu setuju pemilu dengan proporsional terbuka siapa. Sekarang keluar soal dana aspirasi, mereka tolak. Mereka suruh tanggung jawab," tegas Aria.

PILIHAN:

Misbakhun Tegaskan Dana Aspirasi Sesuai Amanat UU

Bappenas Sebut Dana Aspirasi Tak Sesuai UU
(kri)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved