Korban Tewas 800 Orang, Pemerintah Dinilai Lamban
Kamis, 25 Juni 2015 - 10:37 WIB
Korban Tewas 800 Orang, Pemerintah Dinilai Lamban
A
A
A
KARACHI - Gelombang panas yang terjadi di Pakistan hingga kemarin mengakibatkan lebih dari 800 orang meninggal dunia. Sejumlah rumah sakit (RS) terus dibanjiri pasien baru.
Situasi di Pakistan, terutama Karachi, memburuk karena pasokan listrik yang tidak memadai dan sedikitnya air bersih yang mengalir ke permukiman. Padamnya listrik di beberapa titik membuat masyarakat yang mengandalkan sumur kekurangan pasokan air bersih. Kondisi ini menyebabkan terjadinya protes di sejumlah wilayah.
Pemerintah dianggap lamban dalam menangani bencana nasional ini. Iqbal, warga Karachi, mengatakan bahwa seluruh keluarganya tidak bisa pergi meninggalkan rumah untuk bekerja, sebab udara di luar masih terasa panas. Begitu juga para tetangganya. ”Di wilayah kami, aliran listrik tidak ada sejak tadi pagi (kemarin pagi).
Kami sudah mengajukan keluhan beberapa kali, tapi K-Electrics tidak memberikan respons,” ujar Iqbal dikutip BBC. Pejabat senior, Mohammad Sabir, mengatakan sedikitnya 780 orang meninggal di Provinsi Sindh, sementara sekitar 30 orang meninggal di luar Karachi.
Total mencapai 810 orang. Sementara itu, saat ini angin laut dan hujan mulai memasuki Pakistan selatan. Perubahan cuaca itu berpeluang menurunkan suhu panas maksimum di Pakistan. Menurut ahli meteorologi Abdur Rasheed, kemarin suhu di Karachi turun menjadi 34 derajat Celsius dari 45 derajat Celsius.
Muh shamil
Situasi di Pakistan, terutama Karachi, memburuk karena pasokan listrik yang tidak memadai dan sedikitnya air bersih yang mengalir ke permukiman. Padamnya listrik di beberapa titik membuat masyarakat yang mengandalkan sumur kekurangan pasokan air bersih. Kondisi ini menyebabkan terjadinya protes di sejumlah wilayah.
Pemerintah dianggap lamban dalam menangani bencana nasional ini. Iqbal, warga Karachi, mengatakan bahwa seluruh keluarganya tidak bisa pergi meninggalkan rumah untuk bekerja, sebab udara di luar masih terasa panas. Begitu juga para tetangganya. ”Di wilayah kami, aliran listrik tidak ada sejak tadi pagi (kemarin pagi).
Kami sudah mengajukan keluhan beberapa kali, tapi K-Electrics tidak memberikan respons,” ujar Iqbal dikutip BBC. Pejabat senior, Mohammad Sabir, mengatakan sedikitnya 780 orang meninggal di Provinsi Sindh, sementara sekitar 30 orang meninggal di luar Karachi.
Total mencapai 810 orang. Sementara itu, saat ini angin laut dan hujan mulai memasuki Pakistan selatan. Perubahan cuaca itu berpeluang menurunkan suhu panas maksimum di Pakistan. Menurut ahli meteorologi Abdur Rasheed, kemarin suhu di Karachi turun menjadi 34 derajat Celsius dari 45 derajat Celsius.
Muh shamil
(bbg)