Andalkan Riset dan Perkuat Jaringan Internasional

Rabu, 24 Juni 2015 - 09:42 WIB
Andalkan Riset dan Perkuat...
Andalkan Riset dan Perkuat Jaringan Internasional
A A A
Bukan hanya mengejar gelar sarjana, master ataupun doktor. Mencintai ilmu pengetahuan dan mampu menciptakan teori yang dapat dipakai untuk dunia kerja merupakan tujuan utama belajar di Negeri Kanguru.

Dalam pendidikan tinggi, utamanya di universitas berkelas dunia, tidak hanya ditawarkan fasilitas dan kemampuan tenaga pengajar, tetapi juga kemampuan riset. Hal itu memberikan kesempatan untuk mengembangkan keilmuan. Bukan sekadar menerima teori lama, tetapi juga ada pembaruan teori berbasis riset. ”Kita masuk dalam 100 universitas riset terbaik di dunia,” kata Sandra Meiras, Direktur Kerja Sama Global University of Sydney.

Menurutnya, University of Sydney memiliki berbagai lembaga riset seperti Institut Penelitian Otak dan Pikiran, Pusat Kajian China, Pusat Kajian Asia Tenggara, dan Institut Australia Nanoscience. ”Kita juga memiliki Charles Perkins Centre yang menggabungkan penelitian dari berbagai disiplin ilmu untuk mempelajari penyakit diabetes dan jantung dengan fasilitas senilai 350 juta dolar Australia,” imbuhnya.

Menurut Michele Robinson, Direktur Kerja Sama Internasional Universitas Macquarie, selain mengembangkan riset, kampusjugaharusmenjalinkerja sama dengan perusahaan ternama. ”Kita bekerja sama dengan berbagai perusahaan berkelas dunia,” ujarnya. Itu memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memiliki akses pengaplikasian teori dengan praktik di dunia industri.

Entrepreneurship juga menjadi program yang diminati. Program itu dikembangkan di segala lini jurusan, bukan hanya di jurusan ekonomi. Program ini menciptakan kesempatan bisnis baru atau mengembangkan produk dan layanan jasa yang lebih mapan. Menurut Meiras, banyak mahasiswa internasional yang tertarik belajar entrepreneurship.

”Terutama mahasiswa asal China yang sangat dominan,” ujarnya. Selain tentunya mendapatkan pergaulan dan jaringan internasional, program tersebut juga membantu mahasiswa setelah lulus dan mengembangkan diri baik dalam membuka bisnis atau berkarier di perusahaan berskala internasional. Pendidikan juga harus mengutamakan kreativitas dan inovasi. Kedua hal itu mendukung alumni yang ingin mendirikan industri baik skala kecil atau menengah.

Hal menarik lain adalah penguatan nilai mata uang dolar Australia terhadap mata uang negara-negara Asia pada umumnya. Ternyata itu tidak berdampak serius terhadap penurunan jumlah mahasiswa asing. Kirrilee Hughes, Deputi Direktur Hubungan Indonesia University of New South Wales, mengungkapkan penguatan nilai mata uang Australia tidak berdampak pada jumlah mahasiswa asing di Australia.

”Australia masih menjadi tempat belajar utama bagi pemuda di Asia, baik Indonesia ataupun negara lain,” sebutnya. Beragam alasan mahasiswa Indonesia memilih Australia sebagai tempat kuliah. Bukan hanya karena memiliki jarak yang dekat dengan Indonesia, tetapi juga lantaran kualitas dan daya tarik Sydney. ”Kuliah di kota besar yang menjadi pusat perhatian seperti Sydney memberikan gambaran tentang dunia kerja,” kata Lenny Chengi, mahasiswi pascasarjana University of Sydney asal Indonesia, kepada KORAN SINDO kemarin.

Dia menambahkan, Sydney memberikan pemahaman lebih tentang kota bisnis dunia. ”Saya kuliah manajemen bisnis, Sydney menjadi tempat yang bagus dalam belajar tentang ekonomi,” imbuhnya. Hal berbeda diungkapkan Norma Solikhah, mahasiswi pascasarjana University of Sydney. Gadis asal Surabaya itu mengungkapkan ingin kuliah linguistik di kampus tempat mendiang Michael Halliday pernah mengajar. ”Saya terinspirasi Halliday yang menciptakan teori functional grammar,” ungkapnya.

Laporan Wartawan KORAN SINDO
ANDIKA HENDRA M
SYDNEY
(bbg)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved