Didesak DPR Mundur, KPU Mengaku Bekerja Sesuai UU

Jum'at, 19 Juni 2015 - 23:06 WIB
Didesak DPR Mundur,...
Didesak DPR Mundur, KPU Mengaku Bekerja Sesuai UU
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meminta para komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar mundur dari jabatannya. Pasalnya, mereka dianggap gagal mengelola anggaran Pemilu 2013-2014 yang terindikasi telah terjadi penyimpangan.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengaku, tak khawatir dengan permintaan DPR yang meminta seluruh komisioner KPU mundur. Menurutnya, pihaknya telah bekerja sesuai aturan.

"Ya kita kan berpatokan pada undang-undang, kita bekerja berdasarkan mekanisme UU," kata Ferry di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (19/8/2015).

Selain itu, Ferry pun menampik keinginan Taufik yang meminta agar KPU menunda pilkada serentak. Hal itu ditegaskan Taufik lantaran KPU dianggap tak patuh dalam mengelola anggaran Pemilu 2014 yang dikhawatirkan akan berimplikasi terhadap pengelolaan anggaran pilkada.

Menanggapi hal itu, Ferry mengak, pihaknyau tak bisa menunda pilkada serentak karena persiapannya dinilai sudah matang. "Bahkan dari sisi anggaran support dari pemda terus walaupun kemarin tertatih-tatih. Jadi proses tetap berjalan," ujarnya.

Dalam pemeriksaan BPK yang diserahkan ke DPR Kamis 18 Juni 2015, indikasi ketidakpatuhan KPU atas keuangan negara diduga sebesar Rp334 miliar atas pelaksanaan anggaran pemilu pada KPU tahun 2013 dan 2014.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan yang menemui anggota BPK mengatakan, dari indikasi kerugian Negara itu BPK sudah mengklasifikasikan tujuh temuan yakni indikasi kerugian negara sebesar Rp34.349.212.517,69, potensi kerugian negara sebesar Rp2.251.876.257,00, kekurangan penerimaan Rp7.354.932.367,89.

Selain itu, pemborosan sebesar Rp9.772.195.440,11, yang tidak diyakini kewajarannya sebesar Rp93.058.747.083,40, lebih pungut pajak sebesar Rp1.356.334.734, dan temuan administrasi sebesar Rp185.984.604.211,62.

Menurut Taufik, temuan tersebut diperoleh BPK berdasarkan atas hasil pemeriksaan terhadap sampel satuan kerja di 531 satuan kerja yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia.

PILIHAN:
BPK Temukan Penyimpangan KPU Rp334 Miliar

JK Nilai Penyimpangan KPU Rp334 M Perlu Diusut
(kri)
Berita Terkait
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Sirekap Ngebug, Warganet...
Sirekap Ngebug, Warganet Skeptis dengan Kemampuan Tim IT KPU
Punya Harta Rp9 Miliar,...
Punya Harta Rp9 Miliar, Intip Isi Garasi Ketua KPU Hasyim Asy'ari
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
4 Nama Berkonsultasi...
4 Nama Berkonsultasi Serius ke KPU DKI Terkait Maju Cagub Jakarta Jalur Independen
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Berita Terkini
Momen Angela Tanoesoedibjo...
Momen Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator Perindo yang Aktif Kawal APBD dan Turun ke Masyarakat
Mengoptimalkan Potensi...
Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan
KPK Tegaskan Tidak Ada...
KPK Tegaskan Tidak Ada Perlakuan Istimewa terhadap Febrie Adriansyah
Pakar Hukum: Kemiskinan...
Pakar Hukum: Kemiskinan Bukan Alasan Pembenaran Lakukan Kejahatan
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Minta Kader Perindo Peka Kondisi Sosial, Singgung Kasus Pencuri Ayam Tewas di Bali
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved