Kalah Tiga Kali, KPK: Tidak Jelek-jelek Amat

Kamis, 18 Juni 2015 - 14:39 WIB
Kalah Tiga Kali, KPK:...
Kalah Tiga Kali, KPK: Tidak Jelek-jelek Amat
A A A
JAKARTA - Pelaksana tugas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki mengungkapkan, dalam beberapa tahun ini institusinya telah menghadapi 15 permohonan gugatan praperadilan.

Menurutnya, bukanlah sesuatu hal yang buruk jika dari 15 permohonan itu KPK hanya kalah tiga kali dari praperadilan yang dilayangkan tersangka korupsi.

"Kami dapat 15 permohonan praperadilan. Kalau lihat kuantitasnya enggak jelek-jelek amat, cuma tiga yang dikabulkan," ujar Ruki dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2015).

"Kalau mau berangkat dari situ maka penyidik dan penyelidik sudah bekerja secara proper (terukur)," sambungnya.

Kekalahan praperadilan pertama yang dialami KPK saat menghadapi Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Ruki menilai, garis besar praperadilan yang diajukan Budi sama namun terdapat substansinya yang berbeda.

Subtansi yang berbeda itulah yang diakui Ruki selalu memeras otak para pemimpin KPK dalam menghadapi gugatan praperadilan. "Kasus Budi Gunawan yang dipersoalkan status Budi Gunawan ketika diduga melakukan tindak pidana korupsi," ungkapnya.

Praperadilan ketika itu memutuskan bahwa yang ditujukkan ke Budi Gunawan tidak atau belum masuk dalam penyelenggara negara. Jabatannya masuk eselon II dengan jabatan bukan penegak hukum, namun Kepala Biro SDM.

"Sama tapi yang dinyatakan failed (keliru) adalah bukan penyelenggara negara dan penegak hukum, bukan buktinya," kata Ruki.

Kemudian kekalahan dalam praperadilan yang kedua lanjut Ruki, saat KPK menghadapi gugatan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Praperadilan tersebut menyangkut masalah bukti. Yang dipersoalkan, ungkap Ruki, KPK belum memiliki alat bukti.

Padahal, menurut dia, dari terminologinya saja tidak jelas, padahal KPK telah memiliki bukti. "Masih ada keraguan dari kami, apakah menguji bukti atau menguji keberadaan barang bukti? Bukti fotokopi itu dianggap tidak sah. Persoalannya yang mana? Kalau dipraperadilan sudah diuji sah atau tidaknya barang bukti untuk apa persidangan selanjutnya? Di situ kami kurang teliti," tutur Ruki.

Kekalahan praperadilan yang ketiga, tutur Ruki, adalah praperadilan yang dilayangkan oleh mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo.

Menurut dia, yang dilayangkan oleh Hadi Poernomo kembali berbeda yakni terkait persoalan sah atau tidaknya penyelidikan yang dilakukan KPK. Ruki menilai hal tersebut persoalan baru."Kami bereaksi secara hukum tetap lakukan perlawanan," tandasnya.


PILIHAN :


KPK Kalah Lagi, Praperadilan Hadi Poernomo Dikabulkan


Kalah Praperadilan, DPR Ingin Revisi UU KPK
(dam)
Berita Terkait
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa...
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa Terkait Kasus LNG Pertamina
KPK Tetapkan Wali Kota...
KPK Tetapkan Wali Kota Tanjungbalai sebagai Tersangka
Berita Terkini
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved