Bermodal Rp116 T, Trump Maju Capres

Kamis, 18 Juni 2015 - 09:13 WIB
Bermodal Rp116 T, Trump...
Bermodal Rp116 T, Trump Maju Capres
A A A
NEW YORK - Pengusaha properti Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi maju sebagai bakal calon presiden (capres) pada pemilu 2016 mendatang.

Miliarder flamboyan dan kontroversial tersebut ikut memperebutkan tiket capres dari Partai Republik. ”Saya resmi maju dalam pertarungan presiden AS, dan kita siap membuat negara kita lebih besar lagi,” kata Trump pada Selasa (16/6) lalu di Trump Tower, Fifth Avenue, New York, AS.

Trump mengidentifikasikan dirinya sebagai seorang Republikan. Dia juga sering mendukung kandidat capres Republik pada pemilu presiden sebelumnya. Dalam pidato pencalonannya, dia tidak menyatakan secara eksplisit akan maju untuk memperebutkan nominasi partai atau berjuang di jalur independen.

”Menyedihkan, mimpi rakyat AS mati. Tapi jika saya terpilih sebagai presiden, saya akan membawa mimpi itu lebih besar dan kuat dibandingkan sebelumnya,” janji Trump dikutip AFP. Donald juga mengungkapkan kekayaannya sebesar USD8,7 miliar (Rp116 triliun). Padahal, majalah Forbesmenyebut kekayaannya hanya USD4,1 miliar (Rp54,66 triliun). Dengan bangga, dia menyebut pemilu akan diputuskan berdasarkan siapa yang memiliki kekayaan.

”Saya tidak membual,” bangganya sambil menunjukkan total kekayaannya. Dia juga akan menggunakan kekayaannya sebagai modal dalam kampanye politiknya. Trump juga berjanji untuk membangun infrastruktur dan menciptakan pekerjaan. Tingkat pengangguran AS yang sangat tinggi dan pertumbuhan ekonomi di bawah 6%. ”Saya akan membawa kembali pekerjaan kita dari China, Meksiko, Jepang, dan banyak tempat lainnya,” ujar Trump. Dia mengungkapkan, musuh AS masih kuat dari hari ke hari.

”Tapi kita justru semakin lemah,” keluhnya. Dalam pidato pencapresan, Trump menyerang para pemimpin AS. Dia menyalahkan kebijakan ekonomi dan luar negeri Presiden AS Barack Obama. ”Para pemimpin China masih lebih cerdas dibandingkan pemimpin kita,” ungkapnya. Selain itu, membangun militer yang kuat, mengalahkan gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak dan Suriah, dan menghentikan program nuklir Iran merupakan janji yang diucapkan Trump.

Dia juga menyerang bakal capres Republik lainnya, termasuk Jeb Bush yang baru mengumumkan pencalonannya pada Senin (15/6) lalu. ”Jeb itu sangat lemah dalam hal imigrasi. Bagaimana mungkin kamu memilih pria itu?” ejek Trump. Trump menuding Meksiko mengirimkan pemerkosa dan pelaku kriminal untuk tinggal di AS. ”Mereka mengirimkan orang yang memiliki banyak masalah,” tudingnya.

Dia mengungkapkan imigran asal Meksiko membawa narkotika. Dia juga ingin membangun dinding perbatasan dengan Meksiko sepanjang 3.000 km. Bukan hanya mengejek Meksiko, Trump juga menyindir Arab Saudi. Saudi, kata dia, selalu mendapatkan dukungan militer dan diplomatik dari AS. ”Arab Saudi tanpa kita (AS) akan sirna,” ungkapnya. Majunya Trump masih dipandang sebelah mata. Komite Nasional Demokrat (DNC) mengecam pidato sarkasme Trump.

”Dia (Trump) harus berbicara lebih serius. Dia merupakan kandidat yang kurang dipertimbangkan Republik,” kata juru bicara DNC Holly Shulman. Dia menyindir Trump bahwa Demokrat akan mendengarkan ide pembangunan bagi bangsa. Menurut David Mc Intosh, pemimpin Club for Growth–– lembaga konservatif, Trump adalah penghibur dan pengembang yang hebat. ”Namun, idenya yangakandilakukanketika menjadi presiden tidak akan membantu pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dikutip Reuters.

Dalam berbagai jajak pendapat, Trump selalu berada di urutan bawah dibandingkan kandidat capres Republik lainnya. Pada bulan lalu, jajak pendapat Universitas Quinnipiac memprediksi Trump akan mendapatkan 5% pada pemilu pendahuluan Republik. Bahkan Maret silam, 51% pemilih Republik menyatakan tidak akan memilih Trump. Adapun jajak pendapat Reuters/Ipsosmenunjukkan posisiTrumppada urutan12dari 13 bakal capres Republik.

Untuk jajak pendapat, Washington Post- ABC Newsmenunjukkan Trump hanya meraih 5% dukungan pendukung Republik. Dia berada di belakang Jeb Bush, Scott Walker, Rand Paul, dan Marco Rubio yang meraih dukungan dalam kisaran 10% hingga 11%.

Andika hendra m
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved