Jokowi Baiknya Tak Pilih KaBIN yang Punya Beban Masa Lalu

Minggu, 14 Juni 2015 - 06:05 WIB
Jokowi Baiknya Tak Pilih...
Jokowi Baiknya Tak Pilih KaBIN yang Punya Beban Masa Lalu
A A A
JAKARTA - Dipilihnya Ketua Umum PKPI Sutiyoso sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dinilai melukai hati para korban peristiwa penyerangan Kantor DPP PDIP atau yang dikenal dengan peristiwa Kudatuli periode 1996.

Menurut Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, dalam penyerangan Kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat nama Bang Yos sapaan akrab Sutiyoso diduga ikut terlibat di dalamnya. Saat itu Bang Yos menjabat Pangdam Jaya.

"Akibat kerusahan tersebut lima orang meninggal dunia, 149 orang sipil luka-luka dan 130 ditahan," kata Pangi ketika dihubungi Sindonews, Sabtu 13 Juni 2015.

Pangi berpandangan, dipilihnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjadi kepala BIN selain menimbulkan duka yang mendalam bagi korban peristiwa Kudatuli, juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri lantaran merasa kurang dihargai Presiden Jokowi.

"Janji kampanye Presiden Jokowi terkait akan menyelesaikan semua kasus pelanggaraan HAM patut dipertanyakan kembali itikadnya untuk menegakkan HAM," jelasnya.

Dia menambahkan, alangkah baiknya Jokowi memilih kepala BIN yang tidak punya beban masa lalu. Hal ini sekaligus untuk menegaskan rumusan program nawacita yang digaungkan pemerintah.

"Jokowi sendiri sadar dan menyakini rasanya masi banyak calon lain yang pantas dan punya kapasitas termasuk dari sipil profesional, sehingga mampu mereformasi institusi dan membawa BIN lebih maju, kan enggak melulu militer," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Perangi COVID-19, BIN...
Perangi COVID-19, BIN Semprotkan Disinfektan di Jalanan Ibukota
Uji Kelayakan dan Kepatutan...
Uji Kelayakan dan Kepatutan Kepala BIN
BIN Berbagi Sembako...
BIN Berbagi Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19
Deputi Intelijen Pengamanan...
Deputi Intelijen Pengamanan Aparatur di BIN Memang Sangat Dibutuhkan
BIN Gelar Vaksinasi...
BIN Gelar Vaksinasi Door to Door untuk Pelajar dan Masyarakat Umum di Gowa
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BIN Curiga Ada Misi Lain di Balik Penguntitan Habib Rizieq
Berita Terkini
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved