Relawan Dukung Jokowi Dobrak Tradisi Pilih Panglima TNI
Jum'at, 12 Juni 2015 - 11:37 WIB
Relawan Dukung Jokowi Dobrak Tradisi Pilih Panglima TNI
A
A
A
JAKARTA - Langkah Presiden Joko Widodo menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjadi calon panglima TNI mendapat dukungan positif relawan.
Kelompok relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) menilai Gatot merupakan pilihan yang tepat bagi Jokowi buat meneruskan kepemimpinan Panglima TNI Jenderal Moeldoko.
Sosok Gatot dinilai sejalan dengan program dan perjuangan Nawacita. "TNI saat ini harus profesional dan kuat. Pertimbangan memilih sosok TNI profesional yang sarat pengalaman dan prestasi seperti Jenderal Gatot Nurmantyo sejalan dengan program Nawa Cita dan gagasan besar mewujudkan poros maritim dunia," ujar Ketua Umum DPP Arus Bawah Jokowi, Veldy Reynold melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (12/6/2015).
Menurut Veldy, sudah saatnya manajemen negara terkait keamanan nasional tidak semata dilihat dari pola atau model penggiliran atau jatah menjatah antarkesatuan.
Dia menilai manajemen keamanan nasional namun harus menggunakan pola pertimbangan pada aspek strategis, profesionalitas dan proporsionalitas.
"Artinya pengelolaan keamanan nasional haruslah melihat secara komprehensif tanpa mengedepankan ego sektoral yang justru bisa melemahkan tata kola dan spirit ketahanan nasional kita. Hal itu ditegaskan dalam Nawacita yang diusung Pak Jokowi," tuturnya.
Ketua Harian Arus Bawah Jokowi, Ronny Talapessy mengatakan sosok Gatot sebagai prajurit yang berpengalaman di lapangan dan memahami ancaman proxy war yang kini sangat mengkhawatirkan.
"Dia merupakan sosok yang tepat pula dapat diandalkan untuk menjalankan program poros maritim Jokowi. Penguatan poros maritim tidak hanya bisa dilihat dari sisi penguatan Angkatan Laut saja. Tentu juga harus disokong oleh matra lainnya," kata Ronny.
Gatot juga dianggap sebagai sosok yang mudah bergaul dan pilihan tepat buat menyatukan antar matra kesatuan.
Ronny mengatakan, sejumlah kalangan menyebut Gatot memiliki kedekatan dengan kepala staf dari TNI AU dan AL, serta memiliki kedekatan dengan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, baik dari aspek pemikiran pertahanan maupun keamanan.
"Kami percaya kepada Presiden Jokowi bahwa pemerintahan dan Kabinet Kerja telah memiliki pertimbangan, kriteria dan sistem penilaian yang objektif serta komprehensif terkait pengembangan strategi keamanan nasional Indonesia ke depan," pungkasnya.
Kelompok relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) menilai Gatot merupakan pilihan yang tepat bagi Jokowi buat meneruskan kepemimpinan Panglima TNI Jenderal Moeldoko.
Sosok Gatot dinilai sejalan dengan program dan perjuangan Nawacita. "TNI saat ini harus profesional dan kuat. Pertimbangan memilih sosok TNI profesional yang sarat pengalaman dan prestasi seperti Jenderal Gatot Nurmantyo sejalan dengan program Nawa Cita dan gagasan besar mewujudkan poros maritim dunia," ujar Ketua Umum DPP Arus Bawah Jokowi, Veldy Reynold melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (12/6/2015).
Menurut Veldy, sudah saatnya manajemen negara terkait keamanan nasional tidak semata dilihat dari pola atau model penggiliran atau jatah menjatah antarkesatuan.
Dia menilai manajemen keamanan nasional namun harus menggunakan pola pertimbangan pada aspek strategis, profesionalitas dan proporsionalitas.
"Artinya pengelolaan keamanan nasional haruslah melihat secara komprehensif tanpa mengedepankan ego sektoral yang justru bisa melemahkan tata kola dan spirit ketahanan nasional kita. Hal itu ditegaskan dalam Nawacita yang diusung Pak Jokowi," tuturnya.
Ketua Harian Arus Bawah Jokowi, Ronny Talapessy mengatakan sosok Gatot sebagai prajurit yang berpengalaman di lapangan dan memahami ancaman proxy war yang kini sangat mengkhawatirkan.
"Dia merupakan sosok yang tepat pula dapat diandalkan untuk menjalankan program poros maritim Jokowi. Penguatan poros maritim tidak hanya bisa dilihat dari sisi penguatan Angkatan Laut saja. Tentu juga harus disokong oleh matra lainnya," kata Ronny.
Gatot juga dianggap sebagai sosok yang mudah bergaul dan pilihan tepat buat menyatukan antar matra kesatuan.
Ronny mengatakan, sejumlah kalangan menyebut Gatot memiliki kedekatan dengan kepala staf dari TNI AU dan AL, serta memiliki kedekatan dengan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, baik dari aspek pemikiran pertahanan maupun keamanan.
"Kami percaya kepada Presiden Jokowi bahwa pemerintahan dan Kabinet Kerja telah memiliki pertimbangan, kriteria dan sistem penilaian yang objektif serta komprehensif terkait pengembangan strategi keamanan nasional Indonesia ke depan," pungkasnya.
(dam)