Singapura-Thailand Siaga

Jum'at, 12 Juni 2015 - 09:35 WIB
Singapura-Thailand Siaga
Singapura-Thailand Siaga
A A A
SEOUL - Kekhawatiran terhadap penyebaran Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) tidak hanya dilakukan Korea Selatan (Korsel) ataupun Hong Kong. Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara juga sudah mulai siaga.

Seorang perempuan di Thailand diisolasi di Samut Prakan setelah pulang dari Korsel. Rencananya, isolasi dilakukan selama 14 hari. Dr Sawat Apiwajjaneewong yang menanganinya mengatakan bahwa perempuan yang tidak diungkapkan identitasnya tersebut tidak terdeteksi mengalami MERS. Namun, perempuan berusia 30 tahun itu rela dikarantina demi keselamatan masyarakat banyak.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong mengeluarkan peringatan akan bahaya penyebaran MERS. Menurutnya, kini tinggal masalah waktu sebelum pihak terkait mendeteksi terdapat warga Singapura yang terjangkit MERS. Pasalnya, bulan sebelumnya banyak warga Singapura yang pergi-pulang ke Korsel. Sebagai langkah antisipasi, Singapura menyiapkan rumah sakit khusus yang akan menangani pasien MERS jika sewaktu-waktu ada warganya yang terinfeksi.

”Setiap bulan kami memiliki 40.000 pengunjung dari luar negeri. Sementara pada bulan liburan seperti Juni, banyak warga kami yang ke Korsel,” ujar Hsien Loong saat kemarin mengunjungi rumah sakit (RS) khusus MERS Tan Tock Seng, dikutip Straits Times. Apalagi, negara lain di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Filipina sudah ada warganya yang terinfeksi MERS sejak tahun lalu.

Pada pertengahan April 2014 lalu, seorang warga Malaysia yang baru pulang dari Arab Saudi menjadi korban tewas pertama di Asia, sementara pada tahun yang sama Filipina juga mengisolasi pekerja kesehatan yang dinyatakan positif tertular coronavirus. China yang lebih dulu mengisolasikan satu pasien MERS asal Korsel terus memantau perkembangan pasien. Sementara itu, Hong Kong dan Taiwan kembali menggelar pemeriksaan terhadap beberapa orang.

Di Korsel, hingga kemarin penyakit menular pernapasan itu positif menginfeksi 122 orang. Angka kematian akibat MERS di Korsel terus merangkak naik. Sejauh ini, pasien yang tewas mencapai 10 orang. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Korsel menyatakan korban terbaru berusia 75 tahun.

Dia meninggal di RS Universitas Konyang di pusat Kota Daejeon. Selain terkena MERS, korban juga mengidap kanker tenggorokan. Kemenkes juga menyatakan 13 pasien MERS dalam kondisi tidak stabil. Seiring dengan bertambahnya pasien MERS, pemerintahKorseljugamenambah jumlah RS yang menangani MERS menjadi 55 dari 29 pada Senin (8/6).

Sebaliknya, dua RS ditutup lantaran staf, pasien, dan pengunjung ikut tertular MERS. Korsel mencoba mencegah MERS dengan mengarantina hampir 3.800 orang. Mereka juga tetap meliburkan sekolah dan perguruan tinggi, meski tim gabungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Korsel merekomendasikan agar pemerintah tidak perlu menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

”Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan informasi yang berhubungan dengan MERS. Kami juga akan terus melakukan komunikasi dengan negara lainnya,” kata Choi Kyung-hwan, anggota Majelis Nasional Korsel dari Partai Hannara, dilansir Yonhap. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan terus memantau dengan saksama perkembangan MERS di Korsel ataupun di Indonesia.

”Kami bekerja sama dengan Kemenkes RI. Jadi semua tindakan disesuaikan dengan masukan dari Kemenkes. Sejauh ini, WNI tidak ada yang terjangkit MERS,” kata Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir di Jakarta kemarin.

Muh shamil
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Infografis
Karier Militer Mayjen...
Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Istimewa Raja Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved