Calon KaBIN Bang Yos Bisa Bahayakan Partai Politik

Kamis, 11 Juni 2015 - 21:26 WIB
Calon KaBIN Bang Yos...
Calon KaBIN Bang Yos Bisa Bahayakan Partai Politik
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso (Bang Yos) yang dipilih sebagai calon tunggal Kepala Badan Intelijen Nasional (KaBIN) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), dinilai dapat membahayakan partai politik (parpol) lainnya.

"Kalau Bang Yos masih jadi ketua partai tidak bisa dipungkiri, bisa-bisa ada kegiatan intelijen yang bisa memata-matai partai lain dan memecah belah partai lain di luar PKPI," kata pengamat intelijen, Yusuf Warsyim dalam diskusi yang bertajuk "BIN dan Pertahanan Nasional" di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/20 Juni 2015.

Yusuf menjelaskan, dalam uji kepatutan dan kelayakan di DPR nanti akan menjadi masalah ketika Sutiyoso masih menjadi ketua umum partai. Karena, tak dapat dipungkiri ketika seorang ketua umum parpol menjadi KaBIN, dia akan menggunakan perangkatnya untuk kepentingan partai atau kelompoknya.

"Jadi jabatan ketua parpol harus dilepas. Dan itu menjadi persoalan sendiri," tegas Yusuf.

Namun demikian, lanjutnya, secara normatif kemampuan dimiliki Sutiyoso sesuai dengan kepentingan dan apa yang dibutuhkan BIN sata ini. Tapi, Sutiyoso harus mengetahui kemana arah intelijen Indonesia ke depan, dan apa yang akan dilakuakan untuk memperkuat intelijen Indonesia.

"Siapapaun ygang diangkat harus memiliki progresivitas dalam kegiatan intelijensinya. BIN harus punya daya inovasi yang luar biasa di tengah konteks global sekarang ini. Ini yang harus dibangun dan digerakan," jelasnya.

Yusuf menilai, yang terpenting adalah Sutiyoso dapan menunjukkan integritasnya bahwa dia tidak akan menjual Indonesia kepada negara lain. Dirinya meyakini bahwa Komisi I DPR nanti akan mendukung Sutiyoso pada fit and proper test karena, senioritas, dan pengalamannya yang cukup banyak.

Lebih dari itu, Yusuf menambahkan, dipilihnya Sutiyoso oleh Presiden Jokowi juga lantara Jokowi ingin lebih leluasa membahas tentang intelijen. Karena kabarnya, Luhut Panjaitan dan Hendropriyono juga memiliki calon KaBIN tersendiri, tapi tidak dipilih oleh Jokowi.

"Jadi ini strategis bagi Jokowi untuk tidak memilih satu dari dua kekuatan di Istana. Jokowi bisa lebih leluasa membahas soal intelijen," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Perangi COVID-19, BIN...
Perangi COVID-19, BIN Semprotkan Disinfektan di Jalanan Ibukota
Uji Kelayakan dan Kepatutan...
Uji Kelayakan dan Kepatutan Kepala BIN
BIN Berbagi Sembako...
BIN Berbagi Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19
Deputi Intelijen Pengamanan...
Deputi Intelijen Pengamanan Aparatur di BIN Memang Sangat Dibutuhkan
BIN Gelar Vaksinasi...
BIN Gelar Vaksinasi Door to Door untuk Pelajar dan Masyarakat Umum di Gowa
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BIN Curiga Ada Misi Lain di Balik Penguntitan Habib Rizieq
Berita Terkini
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Kortas Tipikor Tetapkan...
Kortas Tipikor Tetapkan Eks Dirut PTPN XI Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pabrik Gula Assembagoes
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
KPK Geledah Kantor Suhardiman...
KPK Geledah Kantor Suhardiman Amby hingga Rumah Tersangka Kasus Bupati Kuansing
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved