Penunjukan Gatot Sebagai Calon Panglima TNI Sudah Tepat
Rabu, 10 Juni 2015 - 21:09 WIB
Penunjukan Gatot Sebagai Calon Panglima TNI Sudah Tepat
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sudah tepat menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI. Presiden sudah mengirim surat pengajuan Gatot kepada DPR RI untuk mendapatkan persetujuan.
"Saya pikir pengajuan Gatot oleh Jokowi sudah tepat. Beliau profesional dan tidak punya beban psikologis dengan parpol pendukung dan Jokowi sejak awal karirnya," kata Direktur Penelitian Pusat Kajian Trisakti (Pusaka Trisakti) Juliaman Napitu Saragih di Jakarta, Rabu (10/6/2015).
Menurut Juliaman, Presiden Jokowi sudah memperhitungkan untung rugi penunjukan Gatot. Selain itu Gatot dibesarkan di era presiden sebelumnya. Pasalnya, penting agar komitmen terhadap NKRI dan Trisakti lebih murni diatas kepentingan politik sesaat.
"Strategi antisipasi kondisi ekonomi memburuk, jika dolar mencapai Rp15.000 dan sosial politik parpol yang saling berebut tidak tuntas, juga Pilkada serentak di ratusan kabupaten yang berpotensi menimbulkan konflik massa luas yang tidak bisa ditangani Polri," imbuhnya.
Juliaman mengingatkan bahwa peran TNI adalah melindungi kepentingan bangsa dan negara seutuhnya diatas kepentingan golongan. Munculnya Gatot, kata dia, bisa dijadikan harapan rakyat nantinya untuk melindungi negara.
"Kita tidak pernah tahu nasib orang. Kekuasaan hakekat datangnya dikarenakan tiga unsur yakni kerja tangan, campur tangan dan garis tangan," tandasnya.(ico)
"Saya pikir pengajuan Gatot oleh Jokowi sudah tepat. Beliau profesional dan tidak punya beban psikologis dengan parpol pendukung dan Jokowi sejak awal karirnya," kata Direktur Penelitian Pusat Kajian Trisakti (Pusaka Trisakti) Juliaman Napitu Saragih di Jakarta, Rabu (10/6/2015).
Menurut Juliaman, Presiden Jokowi sudah memperhitungkan untung rugi penunjukan Gatot. Selain itu Gatot dibesarkan di era presiden sebelumnya. Pasalnya, penting agar komitmen terhadap NKRI dan Trisakti lebih murni diatas kepentingan politik sesaat.
"Strategi antisipasi kondisi ekonomi memburuk, jika dolar mencapai Rp15.000 dan sosial politik parpol yang saling berebut tidak tuntas, juga Pilkada serentak di ratusan kabupaten yang berpotensi menimbulkan konflik massa luas yang tidak bisa ditangani Polri," imbuhnya.
Juliaman mengingatkan bahwa peran TNI adalah melindungi kepentingan bangsa dan negara seutuhnya diatas kepentingan golongan. Munculnya Gatot, kata dia, bisa dijadikan harapan rakyat nantinya untuk melindungi negara.
"Kita tidak pernah tahu nasib orang. Kekuasaan hakekat datangnya dikarenakan tiga unsur yakni kerja tangan, campur tangan dan garis tangan," tandasnya.(ico)
(hyk)