Lumpuhkan Teroris, TNI Kerahkan Tiga Sukhoi dan 12 Helikopter
Selasa, 09 Juni 2015 - 12:26 WIB
Lumpuhkan Teroris, TNI Kerahkan Tiga Sukhoi dan 12 Helikopter
A
A
A
JAKARTA - Tiga pesawat tempur Sukhoi SU-30 terbang rendah di atas Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Sebanyak 12 helikopter terbang beriringan membentuk formasi lurus.
Enam orang penembak jitu berpakaian serba hitam berhasil mendarat menggunakan parasut di atas atap gedung Direktorat Jenderal Kekayaan Negara lalu bengambil posisi siap menembak sasaran.
Dor! dor! Dua orang teroris yang berjaga di atas atap Hotel Borobudur roboh seketika. Dua teroris itu berhasil dibidik dari jarak sekitar 430 meter.
Setelah atap Hotel Borobudur dinyatakan steril, lalu dua helikopter menurunkan puluhan Pasukan Khusus TNI menggunakan teknik rappeling atau turun menggunakan tali.
Kemudian terdengar ledakan. Kaca ruangan tempat para teroris menawan puluhan sandera dipecahkan. Puluhan pasukan khusus tersebut lantas melakukan infiltrasi ke dalam gedung. Mereka pun berhasil melumpuhkan teroris dan menyelamatkan para sandera.
Aksi menegangkan tersebut dilakukan dalam rangka latihan penanggulangan aksi teror (latgultor) oleh Satuan Pasukan Khusus TNI di Hotel Borobudur dan Gedung Dirjen Kekayaan Negara, Jakarta Pusat.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku tujuan latihan kali ini untuk mengantisipasi dan merespons aksi teror. Karena itu, dia melibatkan tiga satuan khusus dari masing-masing matra sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan.
"Ini untuk menjawab permasalahan terkait aksi teroris dan meningkatkan interoperability antarsatuan Gultor TNI," kata Moeldoko di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2015).
Dalam latihan kali ini, sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) TNI juga turut dikerahkan. Di antaranya dua helikopter MI-35, enam helikopter bell milik TNI AD, dua helikopter SA-330 Puma serta helikopter super puma.
Sementara di darat, sembilan unit kendaraan taktis, 15 unit kendaraan admin, dan satu unit kendaraan nuklir biologi kimia juga turut disiagakan.
Enam orang penembak jitu berpakaian serba hitam berhasil mendarat menggunakan parasut di atas atap gedung Direktorat Jenderal Kekayaan Negara lalu bengambil posisi siap menembak sasaran.
Dor! dor! Dua orang teroris yang berjaga di atas atap Hotel Borobudur roboh seketika. Dua teroris itu berhasil dibidik dari jarak sekitar 430 meter.
Setelah atap Hotel Borobudur dinyatakan steril, lalu dua helikopter menurunkan puluhan Pasukan Khusus TNI menggunakan teknik rappeling atau turun menggunakan tali.
Kemudian terdengar ledakan. Kaca ruangan tempat para teroris menawan puluhan sandera dipecahkan. Puluhan pasukan khusus tersebut lantas melakukan infiltrasi ke dalam gedung. Mereka pun berhasil melumpuhkan teroris dan menyelamatkan para sandera.
Aksi menegangkan tersebut dilakukan dalam rangka latihan penanggulangan aksi teror (latgultor) oleh Satuan Pasukan Khusus TNI di Hotel Borobudur dan Gedung Dirjen Kekayaan Negara, Jakarta Pusat.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku tujuan latihan kali ini untuk mengantisipasi dan merespons aksi teror. Karena itu, dia melibatkan tiga satuan khusus dari masing-masing matra sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan.
"Ini untuk menjawab permasalahan terkait aksi teroris dan meningkatkan interoperability antarsatuan Gultor TNI," kata Moeldoko di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2015).
Dalam latihan kali ini, sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) TNI juga turut dikerahkan. Di antaranya dua helikopter MI-35, enam helikopter bell milik TNI AD, dua helikopter SA-330 Puma serta helikopter super puma.
Sementara di darat, sembilan unit kendaraan taktis, 15 unit kendaraan admin, dan satu unit kendaraan nuklir biologi kimia juga turut disiagakan.
(dam)