Lelang Jabatan Harus Transparan

Senin, 08 Juni 2015 - 11:02 WIB
Lelang Jabatan Harus...
Lelang Jabatan Harus Transparan
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta mekanisme lelang jabatan untuk mengisi posisi eselon I dan II dilakukan secara transparan.

Lelang jabatan yang tidak dibarengi dengan transparansi justru bisa melahirkan pejabat yang kompeten. Termasuk rencana lelang jabatan untuk posisi direktur jenderal (dirjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Anggota DPR dari Fraksi PKB Ana Muawanah mengatakan, posisi dirjen Bea Cukai sangat strategis.

Dirjen ini memiliki duafungsi yaitu mengatur kepabeanan dan cukai. Kepabeanan mengatur arus keluar dan masuk barang. Sedangkan cukai terkait tarif. Karena itu, seleksi calon dirjen Bea Cukai harus dilakukan secara terbuka untuk menghasilkan pemimpin yang kompeten. Menurut dia, ada dua pilihan untuk menentukan calon dirjen Bea Cukai.

Jika akan difokuskan sebagai jabatan karier, artinya hanya karyawan dengan eselon yang setara yang bisa masuk. Namun, jika mau dibuka dari unsur luar seperti TNI atau Polri, harus juga dibuka ke masyarakat. Ana menilai, calon dari PNS atau sipil juga belum tentu lebih jelek. ”Masyarakat punya hak untuk memberi masukan. Pimpinan baik itu untuk refleksi perbaikan,” ujarnya.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem Achmad Hatari menilai, dirjen Bea Cukai yang ideal adalah yang bisa mengatasi persoalan makroglobal dan persoalan mikrointernal. Persoalan makroglobal menyangkut kondisi perekonomian global. ”Pertumbuhan yang kita targetkan pada APBN 2015 sampai sekarang baru bergerak kurang dari 4,2%. Ini harus ditindaklanjuti dengan kerja keras oleh pemimpin yang memiliki karakter dan integritas,” ungkapnya.

Sedangkan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie Masardi mengatakan, Bea Cukai punya dua unsur dalam pelaksanaan tugasnya di lapangan yakni unsur penindakan dalam hal ini dituntut sosok yang memiliki keberanian untuk melakukan tindakan yang melanggar.

Di negara ini banyak sekali yang melakukan pelanggaran bea cukai. Unsur kedua adalah pemasukan karena itu tidak bisa hanya dari orang biasa. Dia menyesalkan tidak transparannya kinerja panitia seleksi dirjen Bea Cukai.

”Ini yang terpenting. Kalau ada pansel, pemilihan juga harus transparan karena ini bukan pejabat ecek-ecek. Dia menentukan masa depan bangsanya dalam penyelundupan,” ucapnya. Seharusnya, lanjut Adhie, akan lebih fair jika seleksi dilakukan secara terbuka, ada pengumuman ataupun sosialisasi.

Ridwansyah
(bhr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved