Tak Representatif, Terminal Bekasi Butuh Revitalisasi

Senin, 08 Juni 2015 - 10:53 WIB
Tak Representatif, Terminal...
Tak Representatif, Terminal Bekasi Butuh Revitalisasi
A A A
BEKASI - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi membutuhkan anggaran miliaran rupiah untuk penataan dan pembenahan Terminal Induk Bekasi di Jalan Ir H Juanda, Bekasi Timur.

Selain pembenahan, anggaran sebesar itu juga dibutuhkan untuk pembangunan subterminal baru di wilayah Kecamatan Jatiasih. Kepala Dishub Kota Bekasi Sopandi Budiman mengatakan, karena anggaran APBD 2015 sangat terbatas, pembenahan maupun pembangunan itu tidak bisa dilaksanakan. ”Jadi kami mengusulkan kepada pemerintah pusat agar diberi bantuan,” katanya kemarin.

Pihaknya sudah mengusulkan dana kepada Pemprov Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan Rp 40 miliar. Menurutnya, revitalisasi dilakukan karena saat ini Terminal Induk Kota Bekasi menjadi pusat perlintasan berbagai angkutan umum sehingga sudah tidak lagi representatif. Setiap hari Terminal Bekasi disesaki 400 bus antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), dan ratusan angkot. ”Dibutuhkan penataan supaya terminal memberikan kenyamanan kepada penumpang,” ujarnya.

Kebutuhan anggaran untuk penataan Terminal Induk Kota Bekasi diperkirakan mencapai Rp20 miliar. Sedangkan Rp20 miliar lainnya diperuntukkan bagi pendirianTerminalJatiasih. Sopandi menjelaskan, pembangunan Terminal Jatiasih untuk mengendalikan angkutan umum yang kerap menunggu penumpang sembarangan di jalan raya.

Penataan dan pembangunan terminal tidak hanya dimaksudkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. ”Kami sangat berharap pengajuan kami disetujui sehingga pembangunan bisa digulirkan pada tahun 2016,” tegasnya. Pantauan KORAN SINDO, kurang nyamannya terminal di Bekasi membuat banyak angkot enggan masuk ke dalam terminal.

Akibatnya, kemacetan lalu lintas tidak bisa terelakkan karena angkot maupun bus AKAP dan AKDP banyak yang ngetem sembarangan. Angkot lebih memilih menunggu calon penumpang di depan terminal atau Jalan Cut Mutia dan Jalan Juanda. Badan jalan di titik tersebut menyempit dan kemacetan terjadi mulai pagi hingga malam hari.

Peringatan personel Dishub Kota Bekasi di lapangan tidak pernah diindahkan. Sopandi menambahkan, akibat angkot enggan masuk ke dalam terminal, pendapatan asli daerah dari retribusi sulit tercapai. Petugas tidak dapat menarik retribusi karena minimnya angkot yang masuk ke terminal. Berdasarkan catatan Dishub Kota Bekasi, target PAD dari terminal tahun lalu sebesar Rp2,6 miliar, namun hanya tercapai sekitar 40% atau Rp1,2 miliar.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi Hotman Pane mengatakan, terminal tipe A seharusnya memiliki luas minimal lima hektare. Adapun terminal Bekasi saat ini hanya mencapai 1,5 hektare. ”Terminal hanya bisa menampung bus, sementara angkot tidak muat,” tuturnya.

Hotman menegaskan, seharusnya Terminal Bekasi bisa melayani semua angkutan kota dan luar kota. Lebih baik terminal angkot dan bus harus terpisah. ”Kami ingin pemindahan terminal induk ke daerah Jatiasih dilakukan secepatnya,” jelasnya.

Abdullah m surjaya
(ftr)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
Seskab Teddy dan Menteri...
Seskab Teddy dan Menteri Ara Sirait Bahas Target Bedah 400.000 Rumah
APH Didorong Usut Tuntas...
APH Didorong Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
DPR Minta KPK Transparan...
DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Dugaan Gratifikasi Menhut
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved