Bisnis IT dan Energi Alternatif Jadi Pendongkrak

Senin, 08 Juni 2015 - 10:47 WIB
Bisnis IT dan Energi...
Bisnis IT dan Energi Alternatif Jadi Pendongkrak
A A A
Alibaba, perusahaan teknologi informasi (IT) yang masuk dalam salah satu daftar perusahaan tersukses di China. Bisnis IT semakin menggeliat di Negeri Tirai Bambu dan menjadi salah satu penyokong pundi-pundi miliarder asal China.

Kekayaan para jutawan atau miliarder China terus bertambah. Lantas, dari mana sumber pundi-pundi mereka berasal?

Dalam beberapa tahun belakangan, bisnis di sektor IT (teknologi informasi) dan energi alternatif kian menjanjikan dan jumlahnya menjamur di China. Tahun lalu, meskipun pertumbuhan ekonomi China melambat, para pengusaha tetap meraih sukses besar, terutama mereka yang bertaruh di bisnis internet. Maklum, jumlah pengguna internet di China sekitar 45,8% dari total penduduk.

Dari waktu ke waktu, jumlah pengguna internet di China juga merangkak naik seiring merambahnya pasar dalam jaringan (online), berkembangnya peradaban, dan perubahan tradisi. Prospek bisnis online juga berkembang positif karena pemerintah aktif memberantas korupsi sebagai ”tumor” ekonomi. ”Tahun lalu mungkin menjadi salah satu tahun terbaik bagi industri internet di China,” kata Paul Gillis, profesor dan co-director program MBA internasional Pusat Pendidikan Manajemen Guanghua, Universitas Peking, dikutip Aljazeera.

”Perusahaan e-commerce China, Alibaba Group, membuat perusahaan lain terlihat kerdil,” sambungnya. Alibaba Group dikenal sebagai Amazon-nya China, bahkan Asia. September tahun lalu saham perusahaan yang berbasis di Hangzhou itu meningkat menjadi USD25 miliar di New York. Alibaba bukan satu-satunya perusahaan IT China yang masuk dalam daftar perusahaan tersukses pada 2014.

Ada nama lain seperti JD.com yang bersaing dengan Alibaba dan Amazon. Saham JD.com naik menjadi USD1,78 miliar di Nasdaq pada Mei tahun lalu. Kenaikan saham JD.com tersebut hanya terjadi dalam rentang dua bulan setelah saham Weibo Corp, mirip Twitter, tapi khusus ada di China, naik menjadi USD 500 juta pada Maret.

”2014 menjadi tahun yang sangat hangat bagi perusahaan internet China, dan hal itu tidak mengejutkan. Pasar saham Amerika Serikat (AS) membuktikan dengan sangat baik hal itu setiap tahun. Kondisi ini memberikan kesempatan kepada pebisnis China untuk semakin berkembang,” ucap Will Tao, direktur analis di iResearch .

Gillis menambahkan, perusahaan internet China tidak kekurangan uang tunai sehingga kemungkinan ingin menarik investor baru sangat kecil. ”Perusahaan sebenarnya tidak memerlukan uang lagi,” kata Gillis. Para pengusaha China kini mulai melebarkan ruang kerja dan menambah kursi jajaran atas untuk persiapan akuisisi.

Langkah akuisisi dinilai sangat penting bagi perusahaan internet China, mengingat wilayah pengguna internet terus meluas. Berdasarkan laporan lembaga resmi Pusat Informasi Jaringan Internet China yang didirikan pada 1997, pada Juni 2014, pengguna internet China mencapai 632 juta, naik 14,4 juta dari 2013. Apalagi, saat ini internet bisa diakses dari berbagai peralatan elektronik yang lebih praktis seperti telepon genggam.

Pusat Informasi Jaringan Internet China menyatakan pengguna internet yang menggunakan akses melalui telepon genggam sebesar 83,4%, sedangkan melalui personal computer (PC) 80,9%. Pengguna internet gerak (mobile) di China mencapai 527 juta orang. ”Ya, ini membuktikan kesuksesan perusahaan internet China dengan begitu jelas,” kata Gillis. ”Mereka berada di tempat yang tepat dan dalam waktu yang tepat,” tambahnya.

Perusahaan internet yang meraih sukses besar pada 2014 di China yaitu perusahaan e-commerce Alibaba, mesin pencari situs Baidu, dan aplikasi pesan elektronik Tencent. Dengan demikian, tak heran jika para pebisnis perusahaan internet menjadi miliarder di China, bahkan Asia dan dunia. Kesuksesan serupa juga diraih para pebisnis yang bergerak di sektor energi alternatif.

Saat ini China menjadi salah satu negara terdepan yang mulai meninggalkan energi konvensional. Untuk pertama kali, investasi China di sektor energi alternatif mencapai puncak tertinggi dari seluruh negara di dunia tahun lalu. Dalam lima tahun terakhir, investasi di sektor itu meningkat dari USD2,5 miliar menjadi USD34,6 miliar.

”Ini menjadi bukti perusahaan China dan pemerintah melihat perubahan iklim sebagai isu lingkungan yang serius dan perlu dicegah sebaik mungkin. Langkah penghijauan ini akan membuat mereka mampu bersaing tidak hanya di kancah domestik, tapi juga internasional,” ucap Janice Lao, manajer lingkungan Cathay Pacific Airways, dilansir Wall Street Journal.

Muh shamil
(ftr)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved