KPU dan Bawaslu Diingatkan Jalankan Pilkada Secara Jurdil
Jum'at, 05 Juni 2015 - 19:43 WIB
KPU dan Bawaslu Diingatkan Jalankan Pilkada Secara Jurdil
A
A
A
JAKARTA - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak secara jujur dan adil (jurdil).
Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie, mengimbau fasilitas anggaran dan penunjang lainnya tidak menjadi kendala untuk bersikap jurdil dalam menyelenggarakan Pilkada.
Diakui Jimly, KPU dan Bawaslu dalam menyiapkan Pilkada serentak masih mengalami sejumlah masalah, khususnya soal anggaran dan fasilitas penunjang lainnya. Namun dia berharap masalah tersebut bisa dituntaskan sebelum 9 Desember nanti.
Kepada KPU dan Bawaslu, pihaknya juga berharap Pemilu 2014 kemarin menjadi pelajaran agar bisa menjadi lebih baik. Pasalnya, tak sedikit dari penyelenggara pemilu yang akhirnya terkena sanksi lantaran berbagai bentuk pelanggaran yang diperbuat.
Jimly mengungkapkan belum lama ini tiga komisioner Bawaslu Jawa Timur telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian setempat.
"Kami berharap mudah-mudahan ini jadi pelajaran semua penyelenggara untuk berhati-hati menjaga kepercayaan dan bersikap jurdil, menjaga prinsip-prinsip kode etik yang sudah tertulis maupun sense yang tertulis dalam hati masing-masing," kata Jimly usai rapat bersama di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (5/6/2015). (ico)
Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie, mengimbau fasilitas anggaran dan penunjang lainnya tidak menjadi kendala untuk bersikap jurdil dalam menyelenggarakan Pilkada.
Diakui Jimly, KPU dan Bawaslu dalam menyiapkan Pilkada serentak masih mengalami sejumlah masalah, khususnya soal anggaran dan fasilitas penunjang lainnya. Namun dia berharap masalah tersebut bisa dituntaskan sebelum 9 Desember nanti.
Kepada KPU dan Bawaslu, pihaknya juga berharap Pemilu 2014 kemarin menjadi pelajaran agar bisa menjadi lebih baik. Pasalnya, tak sedikit dari penyelenggara pemilu yang akhirnya terkena sanksi lantaran berbagai bentuk pelanggaran yang diperbuat.
Jimly mengungkapkan belum lama ini tiga komisioner Bawaslu Jawa Timur telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian setempat.
"Kami berharap mudah-mudahan ini jadi pelajaran semua penyelenggara untuk berhati-hati menjaga kepercayaan dan bersikap jurdil, menjaga prinsip-prinsip kode etik yang sudah tertulis maupun sense yang tertulis dalam hati masing-masing," kata Jimly usai rapat bersama di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (5/6/2015). (ico)
(hyk)