Astra Optimistis Penjualan Mobil Naik pada Kuartal II
Jum'at, 05 Juni 2015 - 09:02 WIB
Astra Optimistis Penjualan Mobil Naik pada Kuartal II
A
A
A
JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) yakin penjualan kendaraan roda dua maupun roda empat di bawah merek lisensinya akan kembali membaik pada kuartal II tahun ini.
Hal ini didorong adanya sejumlah stimulus dari pemerintah untuk kembali mendongkrak penjualan kendaraan. Head of Public Relations Astra International Yulian Warman mengungkapkan hal tersebut dalam jumpa pers Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia di Jakarta kemarin. Dia mengakui pada kuartal I/2015 divisi automotif mengalami penurunan pendapatan.
“Kami optimistis ke depan akan lebih baik karena pemerintah telah menggenjot infrastruktur di Indonesia. Jika Presiden Jokowi (Joko Widodo) segera mengeksekusi infrastruktur, kita tambah percepatan produksi di kuartal II ini,” kata Yulian. Dalam keterbukaan informasi perseroan, dijelaskan pendapatan bersih konsolidasi Astra International pada kuartal I/2015 adalah sebesar Rp45,2 triliun atau turun 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp49,8 triliun.
Merosotnya pendapatan di tiga bulan pertama tahun ini dipicu penurunan penjualan automotif, agrobisnis, dan alat berat. Seiring dengan turunnya pendapatan, laba bersih konsolidasi juga menurun sebesar 15,8% menjadi Rp4,8 triliun dibandingkan kuartal I/2014 yang sebanyak Rp5,7 triliun.
Hal tersebut mencerminkan penurunan kontribusi dari divisi agrobisnis sebesar 80% yang disebabkan rendahnya harga crude palm oil (CPO) dan penurunan dari divisi automotif sebesar 21%. Sebagian penurunan tersebut diimbangi kenaikan divisi teknologi informasi sebesar 42%, peningkatan 21% dari divisi jasa by safeweb"> keuangan
, dan peningkatan 3% dari divisi alat berat dan pertambangan.
Lebih lanjut Yulian menjelaskan, momentum Hari Raya Idul Fitri diharapkan bisa turut mendongkrak penjualan kendaraanroda empatmaupunroda dua di Tanah Air. Dia juga yakin daya beli masyarakat untuk membeli kendaraan bisa lebih baik pada saat memasuki hari Lebaran. “Biasanya menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, by safeweb"> bisnis
yang berkaitan dengan kendaraan ada peningkatan, bisa membeli atau sewa.
Karena ada libur panjang sekitar 10-15 hari,” paparnya. Di tempat yang sama, Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto menjelaskan seiring dengan revisi target penjualan kendaraan oleh Gabungan Industri Kendaraan Otomatif Indonesia (Gaikindo), perseroan juga ikut menurunkan target hingga akhir 2015 ini.
“Saya rasa Gaikindo sudah mengatakan kemungkinan tahun ini target penjualan kendaraan tidak bisa mencapai 1,2 juta unit. Kemungkinan besar hanya berkisar 1,05 juta unit kendaraan pada tahun ini,” kata Prijono. Menurut dia, walaupun asosiasi kendaraan bermotor telah mengoreksi target penjualan kendaraan hingga penghujung tahun ini, Astra International yakin tetap akan menguasai pangsa pasar penjualan automotif nasional.
“Kami berharap pangsa pasar penjualan mobil bisa mencapai 50%, sedangkan penjualan roda dua ditargetkan sebesar 68% di bawah lisensi merek Astra Group,” imbuhnya. Sementara itu, emiten automotif tersebut setiap tahunnya mengalokasikan dana untuk kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) berkisar Rp300 miliar-400 miliar.
Dana tersebut disebar ke sejumlah anak maupun cucu perusahaan di bawah Astra International. “Bagi kami kegiatan bisnis tidak terlepas dari lingkungan dan masyarakat sekitar, perseroan yakin kami tidak hanya harus menguntungkan tapi juga harus berkelanjutan,” tambah Prijono.
Sebagai catatan, saat ini ASII memiliki sembilan yayasan yang sebagian besar menjalankan kegiatannya di bidang pendidikan. Kesembilan yayasan tersebut di antaranya Yayasan Toyota& Astra, YayasanDharma Bhakti Astra, Yayasan Astra Bina Ilmu.
Heru febrianto
Hal ini didorong adanya sejumlah stimulus dari pemerintah untuk kembali mendongkrak penjualan kendaraan. Head of Public Relations Astra International Yulian Warman mengungkapkan hal tersebut dalam jumpa pers Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia di Jakarta kemarin. Dia mengakui pada kuartal I/2015 divisi automotif mengalami penurunan pendapatan.
“Kami optimistis ke depan akan lebih baik karena pemerintah telah menggenjot infrastruktur di Indonesia. Jika Presiden Jokowi (Joko Widodo) segera mengeksekusi infrastruktur, kita tambah percepatan produksi di kuartal II ini,” kata Yulian. Dalam keterbukaan informasi perseroan, dijelaskan pendapatan bersih konsolidasi Astra International pada kuartal I/2015 adalah sebesar Rp45,2 triliun atau turun 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp49,8 triliun.
Merosotnya pendapatan di tiga bulan pertama tahun ini dipicu penurunan penjualan automotif, agrobisnis, dan alat berat. Seiring dengan turunnya pendapatan, laba bersih konsolidasi juga menurun sebesar 15,8% menjadi Rp4,8 triliun dibandingkan kuartal I/2014 yang sebanyak Rp5,7 triliun.
Hal tersebut mencerminkan penurunan kontribusi dari divisi agrobisnis sebesar 80% yang disebabkan rendahnya harga crude palm oil (CPO) dan penurunan dari divisi automotif sebesar 21%. Sebagian penurunan tersebut diimbangi kenaikan divisi teknologi informasi sebesar 42%, peningkatan 21% dari divisi jasa by safeweb"> keuangan
, dan peningkatan 3% dari divisi alat berat dan pertambangan. Lebih lanjut Yulian menjelaskan, momentum Hari Raya Idul Fitri diharapkan bisa turut mendongkrak penjualan kendaraanroda empatmaupunroda dua di Tanah Air. Dia juga yakin daya beli masyarakat untuk membeli kendaraan bisa lebih baik pada saat memasuki hari Lebaran. “Biasanya menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, by safeweb"> bisnis
yang berkaitan dengan kendaraan ada peningkatan, bisa membeli atau sewa. Karena ada libur panjang sekitar 10-15 hari,” paparnya. Di tempat yang sama, Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto menjelaskan seiring dengan revisi target penjualan kendaraan oleh Gabungan Industri Kendaraan Otomatif Indonesia (Gaikindo), perseroan juga ikut menurunkan target hingga akhir 2015 ini.
“Saya rasa Gaikindo sudah mengatakan kemungkinan tahun ini target penjualan kendaraan tidak bisa mencapai 1,2 juta unit. Kemungkinan besar hanya berkisar 1,05 juta unit kendaraan pada tahun ini,” kata Prijono. Menurut dia, walaupun asosiasi kendaraan bermotor telah mengoreksi target penjualan kendaraan hingga penghujung tahun ini, Astra International yakin tetap akan menguasai pangsa pasar penjualan automotif nasional.
“Kami berharap pangsa pasar penjualan mobil bisa mencapai 50%, sedangkan penjualan roda dua ditargetkan sebesar 68% di bawah lisensi merek Astra Group,” imbuhnya. Sementara itu, emiten automotif tersebut setiap tahunnya mengalokasikan dana untuk kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) berkisar Rp300 miliar-400 miliar.
Dana tersebut disebar ke sejumlah anak maupun cucu perusahaan di bawah Astra International. “Bagi kami kegiatan bisnis tidak terlepas dari lingkungan dan masyarakat sekitar, perseroan yakin kami tidak hanya harus menguntungkan tapi juga harus berkelanjutan,” tambah Prijono.
Sebagai catatan, saat ini ASII memiliki sembilan yayasan yang sebagian besar menjalankan kegiatannya di bidang pendidikan. Kesembilan yayasan tersebut di antaranya Yayasan Toyota& Astra, YayasanDharma Bhakti Astra, Yayasan Astra Bina Ilmu.
Heru febrianto
(bbg)