Kader Golkar Daerah Solid Tunggu Hasil Pengadilan
Selasa, 02 Juni 2015 - 18:53 WIB
Kader Golkar Daerah Solid Tunggu Hasil Pengadilan
A
A
A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Roem Kono mengatakan, perselihan internal Golkar hanya terjadi di pusat. Menurutnya, kondisi kader Golkar di daerah tetap solid dan menunggu elite Golkar bersatu.
"Perselisihan hanya di pusat dareah tidak, mereka saat ini meninggi, mereka tetap menunggu hasil pengadilan," kata Roem Kono saat dihubungi oleh Sindonews, Selasa (2/6/2015).
Mantan Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Gorontalo ini mengatakan, kader daerah tetap solid menjelang Pilkada Serentak 2015 pada Desember 2015.
"Tidak pecah, tetap solid, kita berharap tetap ikut pilkada, Golkar juga aset bangsa," tegasnya.
Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, islah sementara Partai Golkar hanya membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) bingung.
"Seharusnya kesepakatan Golkar tidak membuat KPU dalam posisi dilematis," kata Wiwieq sapaan dia saat dihubungi Sindonews.
Wiwieq menambahkan, dalam islah yang sudah disepakati, seharusnya sudah final dalam memutuskan siapa yang menandatangani dokumen yang dibawa ke KPU. Jangan sampai persoalan ini menimbulkan kekisruhan baru di internal Golkar.
Menurutnya, kekisruhan baru yang dimunculkan dalam tahapan pilkada akan melibatkan keseluruhan fungsionaris Golkar, mulai dari tingkat DPP sampai DPD baik di provinsi dan kabupaten kota.
"Bisa dibayangkan betapa gaduhnya politik kita kalau kisruh di tingkat pusat diikuti oleh kisruh di daerah. Implikasi ini yang perlu dipertimbangkan secara serius para elite," tegasnya.
"Perselisihan hanya di pusat dareah tidak, mereka saat ini meninggi, mereka tetap menunggu hasil pengadilan," kata Roem Kono saat dihubungi oleh Sindonews, Selasa (2/6/2015).
Mantan Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Gorontalo ini mengatakan, kader daerah tetap solid menjelang Pilkada Serentak 2015 pada Desember 2015.
"Tidak pecah, tetap solid, kita berharap tetap ikut pilkada, Golkar juga aset bangsa," tegasnya.
Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, islah sementara Partai Golkar hanya membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) bingung.
"Seharusnya kesepakatan Golkar tidak membuat KPU dalam posisi dilematis," kata Wiwieq sapaan dia saat dihubungi Sindonews.
Wiwieq menambahkan, dalam islah yang sudah disepakati, seharusnya sudah final dalam memutuskan siapa yang menandatangani dokumen yang dibawa ke KPU. Jangan sampai persoalan ini menimbulkan kekisruhan baru di internal Golkar.
Menurutnya, kekisruhan baru yang dimunculkan dalam tahapan pilkada akan melibatkan keseluruhan fungsionaris Golkar, mulai dari tingkat DPP sampai DPD baik di provinsi dan kabupaten kota.
"Bisa dibayangkan betapa gaduhnya politik kita kalau kisruh di tingkat pusat diikuti oleh kisruh di daerah. Implikasi ini yang perlu dipertimbangkan secara serius para elite," tegasnya.
(maf)