Koper Berisi Jenazah Ditemukan di Stasiun Jepang
Selasa, 02 Juni 2015 - 12:42 WIB
Koper Berisi Jenazah Ditemukan di Stasiun Jepang
A
A
A
TOKYO - Pihak kepolisian Jepang menyelidiki temuan jenazah wanita di dalam koper di stasiun kereta api Tokyo, Jepang. Koper tersebut diletakkan di dalam loker selama satu bulan.
Pihak otoritas setempat masih berusaha untuk mencari tahu identitas jenazah seorang wanita yang menjadi korban ini. ”Ketika koper dibuka tercium aroma yang tidak sedap. Kemudian terlihat rambut manusia,” ujar seorang pekerja stasiun, seperti dilansir BBC . Korban wanita yang sudah lanjut usia ini berusia antara 70 dan 90-an tahun dengan tinggi badan sekitar 140 cm.
Badannya dilipat dan dimasukkan ke dalam koper yang berukuran 70 cm x 50 cm x 25 cm. Media di Jepang mengutip pernyataan polisi yang mengatakan bahwa koper itu dipindahkan dari loker yang terkunci dari stasiun kereta api Tokyo Metro Marunouchi Line, Jepang pada 26 April. Kemudian jenasah ditempatkan di penyimpanan barang, sebelum akhirnya dibuka pada Minggu (26/5).
Junichi Omoto, juru bicara dari kereta api East Japan Railway, mengatakan, tak ada hal yang berbeda dari koper itu, tidak berbau atau lainnya. ”Kami sangat terkejut dan takut,” ucap Omoto, dilansir New York Times. Kepolisian Metropolitan Tokyo mengatakan, tak terdapat luka-luka yang ditemukan pada tubuh wanita itu.
Polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kematiannya. Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas untuk mendeteksi siapa yang meninggalkan koper itu. Menyimpan koper di loker stasiun merupakan aktivitas umum dilakukan orang Jepang. Loker biasanya digunakan para penumpang kereta untuk menyimpan barang bawaan untuk sementara. Namun, lama penyimpanan itu bisa lebih dari satu bulan.
Arvin
Pihak otoritas setempat masih berusaha untuk mencari tahu identitas jenazah seorang wanita yang menjadi korban ini. ”Ketika koper dibuka tercium aroma yang tidak sedap. Kemudian terlihat rambut manusia,” ujar seorang pekerja stasiun, seperti dilansir BBC . Korban wanita yang sudah lanjut usia ini berusia antara 70 dan 90-an tahun dengan tinggi badan sekitar 140 cm.
Badannya dilipat dan dimasukkan ke dalam koper yang berukuran 70 cm x 50 cm x 25 cm. Media di Jepang mengutip pernyataan polisi yang mengatakan bahwa koper itu dipindahkan dari loker yang terkunci dari stasiun kereta api Tokyo Metro Marunouchi Line, Jepang pada 26 April. Kemudian jenasah ditempatkan di penyimpanan barang, sebelum akhirnya dibuka pada Minggu (26/5).
Junichi Omoto, juru bicara dari kereta api East Japan Railway, mengatakan, tak ada hal yang berbeda dari koper itu, tidak berbau atau lainnya. ”Kami sangat terkejut dan takut,” ucap Omoto, dilansir New York Times. Kepolisian Metropolitan Tokyo mengatakan, tak terdapat luka-luka yang ditemukan pada tubuh wanita itu.
Polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kematiannya. Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas untuk mendeteksi siapa yang meninggalkan koper itu. Menyimpan koper di loker stasiun merupakan aktivitas umum dilakukan orang Jepang. Loker biasanya digunakan para penumpang kereta untuk menyimpan barang bawaan untuk sementara. Namun, lama penyimpanan itu bisa lebih dari satu bulan.
Arvin
(bbg)