Akbar Tanjung Ragukan Islah Ical-Agung

Senin, 01 Juni 2015 - 21:32 WIB
Akbar Tanjung Ragukan...
Akbar Tanjung Ragukan Islah Ical-Agung
A A A
JAKARTA - Politikus senior Partai Golkar Akbar Tandjung pesimistis Aburizal Bakrie (IIcal) dkk dan Agung Laksono Cs bisa benar-benar melakukan perdamaian atau islah secara penuh.

Salah satu bentuk keengganan untuk islah dilihat Akbar dari sikap kubu Agung Laksono yang tidak menerima putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Baik Agung maupun Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly, kata Akbar, tetap mengajukan banding atas putusan PTUN yang membatalkan Surat Keputusan (SK) Menkumham tentang pengesahan Partai Golkar kubu Agung.

"Faktanya kubu Agung Laksono masih mengajukan banding dan Menteri Hukum dan HAM juga sama,” ujar Akbar saat menemui Bupati Lombok Barat nonaktif Zaini Aroni di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Denpasar, Bali, Senin (1/6/2015).

Seperti diketahui, perjanjian islah yang dilakukan kedua kubu pada Sabtu 30 Mei lalu sebatas agar Golkar dapat mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada). Perjanjian yang diistilahkan islah terbatas itu ditandatangani kedua kubu di Rumah Dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Jakarta, Sabtu 30 Mei lalu. (Baca: 4 Poin Kesepakatan Islah Golkar)

Akbar mengaku sudah bertemu dengan kedua belah pihak, namun tidak ada jaminan persoalan kepemimpinan dan kepengurusan Golkar akan tuntas.

Mantan Ketua DPR ini juga ragu persoalan Golkar selesai sebelum memasuki masa pendaftaran calon kepala darah. "Waktunya ini tinggal dua bulan lagi, apakah waktu itu cukup? Apakah bisa menghasilkan adanya putusan inkracht (berkekuatan hukum tetap),” kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie itu.

Menurut dia, kubu mana yang akan diakui Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga belum jelas. Apabila mengacu putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), sambung dia, pengurus yang sah adalah hasil Musyawarah Nasional (Munas) Riau.

"Tapi kalau mengacu pada Kemenkumham pengurus yang sah itu kubu Munas Ancol atau kubu Agung Laksono,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Nadiem Bacakan Pledoi:...
Nadiem Bacakan Pledoi: Usai Terima Bintang Mahaputra Adipradana Dihadiahi Jeruji Besi
Boni Hargens: Keterbukaan...
Boni Hargens: Keterbukaan Kapolri Perkuat Relasi Negara dan Masyarakat
Qodari Ungkap Makna...
Qodari Ungkap Makna Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila
Pembentukan DSI Dinilai...
Pembentukan DSI Dinilai Langkah Revolusioner Prabowo
IPR: Sikap Seskab Teddy...
IPR: Sikap Seskab Teddy Abaikan Serangan Personal Jadi Fondasi Penting Jaga Stabilitas
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved