Golkar Diminta Segera Racik Struktur Tim Pilkada

Senin, 01 Juni 2015 - 08:01 WIB
Golkar Diminta Segera...
Golkar Diminta Segera Racik Struktur Tim Pilkada
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar versi kubu Agung Laksono (AL), Yorrys Raweyai menerangkan, tugas pertama dari 10 orang di Tim Islah yang bertugas untuk penjaringan pilkada, agar segera membentuk struktur.

"Supaya mereka punya kewenangan untuk mengimplementasikan kesepakatan itu," kata Yorrys Raweyai saat dihubungi Koran SINDO di Jakarta, Minggu 31 Mei 2015.

Menurutnya, struktur itu harus ada ketua, sekretaris, dan ketua yang membidangi proses pemenangan pilkada. Misalnya pemilihan ketua dan hal ini bukan tidak mungkin akan terjadi keributan.

"Jadi, kita menetapkan itu (struktur) berdasarkan apa? Parameternya apa? senioritas, kompetensi model apa yang akan kita digunakan?" terangnya.

Menurut Yorrys, pertama perlu dibangun kesamaan persepsi karena, 10 orang ini belum membangun perrsepsi, sementara belum diketahui 10 orang ini siapa-siapa saja.

Sehingga, tim ini harus duduk bersama-sama membangun persepsi. Kemarin, dalam enam kali pertemuan antara inisiator islah Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK), kedua kubu memberikan masukan yang kemudian dimasukan dalam lampiran kesepakatan.

"Itu yang menjadi persepsi. Baru itu menjadi rujukan bahwa tim ini akan kemana?" imbuhnya.

Adapun kubu Munas Ancol, dia mengatakan, pihaknya belum menentukan lima orang tersebut karena, perlu melihat kompetensi perorangan untuk menetukan.

Kemungkinan juga menggunakan nama-nama yang masuk dalam juru runding islah beberapa waktu lalu, yang jelas tim ini harus bisa memahami cara berkomunikasi untuk melahirkan kesepakatan dan tujuannya.

"Mungkin besok lima orang itu mulai diumumkan, kita mulai duduk tentang mekanisme struktur," ucap Yorrys.

Lebih dari itu, Yorrys menegaskan, harus dipahami itu seara benar menegnai islah Partai Golkar ini. Islah ini diibaratkan gencatan senjata kedua kubu Golkar demi bisa ikut pilkada.

Sehingga, tim penjaringan pilkada pun hanya bersifat sementara dalam rangka mempersiapkan pendaftaran pilkada Partai Golkar. Dan tidak berkewenangan untuk menandatangani pendaftaran pilkada.

"Gencatan senjata jelang pilkada dari semalam sampai 26 Juli nanti. Supaya jangan Golkar mengalami kesulitan, khususnya 59 persen kader kita ikut pilkada di Desember. proses hukum tetap berjalan," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Infografis
4 Fakta Ratu Suthida,...
4 Fakta Ratu Suthida, Navigator Tim Layar Thailand di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved