Ratu Atut Kembali Jalani Pemeriksaan Kasus Alkes Banten

Jum'at, 29 Mei 2015 - 15:27 WIB
Ratu Atut Kembali Jalani...
Ratu Atut Kembali Jalani Pemeriksaan Kasus Alkes Banten
A A A
JAKARTA - Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah (RAC) kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Atut akan diperiksa sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemerasan perkara alat kesehatan (alkes) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tahun anggaran 2011-2013.

"Iya yang bersangkutan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2015).

Atut terlihat datang di Gedung KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Satu jam sebelumnya staf Ratu Atut, Siti Halimah alias Iim juga telah mendatangi Gedung KPK. Namun Siti disebut-sebut dijemput paksa lantaran tidak mengindahkan panggilan penyidik saat dijadwalkan pemeriksaan sebagai saksi.

Anehnya dia juga datang dengan menggunakan mobil tahanan. Iim dijemput paksa untuk kedua kalinya. Sebelumnya pada 7 Februari 2014 Iim dijemput paksa penyidik KPK di Bandung.

Selain Atut dan Iim, penyidik juga akan memeriksa sejumlah saksi lainnya yakni petugas kasir sekaligus tangan kanan Chaeri Wardhana alias Wawan, Yayah Rodiah alias Yayah, pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Kesehatan (Dinkes) bidang Pelayanan Kesehatan Pemprov Banten Dian Hermawati, PNS sekaligus Wakil Direktur Pelayanan RSUD Pemprov Banten Ajat Drajat Ahmad Putra, mantan Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Banten Djaja Budi Suharja, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Banten Jana Sunawati, dari swasta Santi Rahayu, Ade Soefian Kurnia, Yusuf Supriyadi, dan pemilik PT Java Medica Yuni Astuti.

Sementara itu, para staf dan tangan kanan dari kader Partai Golkar ini juga akan dimintai keterangannya oleh penyidik seperti sekertaris pribadi Ratu Atut Alinda Agustine Quintasari, seorang supir Rafei alias Sirap, dua pembantu rumah tangga Esih dan Eneng Sumiyati alias Sumi, serta mantan ajudan Ratu Atut, Riza Martina. "Iya, mereka akan diperika sebagai saksi untuk tersangka RAC (Ratu Atut Chosiyah)," tutur Priharsa.

Seperti diketahui, Atut diduga menerima hadiah dan melakukan pemerasan dalam proyek alkes di Banten. Diduga, pengadaan alkes di Banten tidak sesuai prosedur dan terdapat penggelembungan harga perkiraan sementara (HPS).

Untuk pengadaan Alkes di tingkat provinsi, pengguna anggaran seharusnya kepala dinas kesehatan. Namun, Atut justru mendelegasikannya ke jajaran di bawah kepala dinas.

Atut resmi berstatus tersangka sejak 6 Januari 2014. Atut disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu, Ratu Atut juga telah divonis empat tahun penjara dalam kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dalam sengketa Pilkada Lebak, Banten. Kemudian Mahkamah Agung (MA) menambah hukuman kakak dari Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan ini menjadi tujuh tahun penjara.

Baca:

Sekretaris Pribadi dan Pembantu Ratu Atut Diperiksa KPK

Dana Bansos Digunakan untuk Pemenangan Ratu Atut

KPK Gali Keterangan Orang Dekat Ratu Atut
(hyk)
Berita Terkait
Menkumham Serahkan 1.000...
Menkumham Serahkan 1.000 Paket Sembako-Alkes Buatan Napi
Kejari Tanggamus Tetapkan...
Kejari Tanggamus Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Alkes RSUD Batin Mangunang
Korupsi Alkes Banten...
Korupsi Alkes Banten dan TPPU, Wawan Dituntut 6 Tahun Penjara
Kasus Korupsi Alkes,...
Kasus Korupsi Alkes, Tubagus Chaeri Wardana Divonis Empat Tahun Penjara
Wawan: Saya jadi Pengusaha...
Wawan: Saya jadi Pengusaha Sebelum Atut Jadi Gubernur Banten
Bantu Tangani COVID-19,...
Bantu Tangani COVID-19, Merck Salurkan Alkes dan Ambulans
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved