BIN Pantau Jurnalis Asing di Papua

Rabu, 27 Mei 2015 - 03:13 WIB
BIN Pantau Jurnalis...
BIN Pantau Jurnalis Asing di Papua
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memantau kegiatan jurnalis asing di Papua. Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan akses bagi jurnalis asing masuk ke Papua merupakan langkah strategis untuk bisa menimbulkan citra positif Indonesia terkait permasalahan Papua di mata internasional.

Selama ini, citra Indonesia yang terbentuk soal Papua identik dengan kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Meski demikian, keterbukaan yang diberikan tetap memiliki batasan. Menurut Tedjo, ada hukum dan peraturan yang mesti dipatuhi para jurnalis asing tersebut.

"Sebagai negara berdaulat, Indonesia mempunyai kedaulatan hukum. Jurnalis asing harus mematuhi aturan yang berlaku," ujarnya saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional tentang Peluang, Tantangan, dan Hambatan atas Terbukanya Papua bagi Jurnalis Asing di Wisma Antara, Jakarta, Selasa (26/5/2016).

Diakuinya, memang selama ini ada pihak-pihak yang menyebarkan informasi negatif tentang Papua, terutama terkait masalah kekerasan, pelanggaran HAM, dan kesenjangan di Papua. Penyebaran informasi tersebut tidak menutup kemungkinan ada kepentingan tertentu yang ingin mengganggu kepentingan nasional.

Sebagai antisipasi, kata Tedjo, jurnalis asing yang hendak ke Papua harus mengikuti prosedur hukum yang ada dalam UU Keimigrasian. Selain itu, setiap jurnalis asing yang hendak pergi ke Papua dan Indonesia harus mengajukan permohonan dan disertai dengan surat keterangan dari media tersebut.

Termasuk clearance house di Kementerian Luar Negeri. Hal itu, demi menjaga kepentingan nasional dan kedaulatan negara. "Istilah clearance house ini akan berubah menjadi tim monitoring asing, namun tetap memiliki fungsi dan tugas yang sama," katanya.

Dalam UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), sambung Tedjo, ada beberapa informasi yang bisa diakses secara terbuka. Namun ada pula informasi yang tidak bisa diberikan ke publik termasuk jurnalis asing.

"Nantinya disaring wartawan asing yang akan meliput apa saja. Tapi tidak semua informasi akan dibuka, jika informasi itu menghambat proses penegakan hukum, persaingan usaha yang tidak sehat, mengganggu ketahanan ekonomi nasional, mengganggu hubungan luar negeri, dan membahayakan pertahanan dan keamanan nasional," kata Tedjo.

Selain itu, Badan Intelijen Negara (BIN) juga akan memantau kegiatan jurnalis asing, jangan sampai terjadi sesuatu dengan mereka saat bertugas. Sebab bila terjadi sesuatu dengan mereka maka bisa menjadi berita besar.

"Kami harus pantau mereka supaya wartawan asing tidak hilang. Kita harus waspadai kepentingan tertentu. Aparat BIN akan terus ada. Kami akan pantau mereka. Ada pantauan intelijen. Tidak boleh bebas seenaknya, tapi kita tidak boleh curiga, kalau sedikit negatif itu kritik bagi kami tapi jangan diputar balik," ucapnya.
(hyk)
Berita Terkait
Situasi Konflik di Tanah...
Situasi Konflik di Tanah Papua Belum Ada Tanda-tanda Berakhir
Tiga Anggota OPM Kelompok...
Tiga Anggota OPM Kelompok Lekagak Telenggen Serahkan Diri
Ketua KNPB Wilayah Maybrat...
Ketua KNPB Wilayah Maybrat Papua Barat Dibekuk, Polisi: Lakukan Pembunuhan Keji 2 Warga
Teroris KKB Papua Bakar...
Teroris KKB Papua Bakar Gedung SD, Rumah Guru dan Puskesmas
1 Desember Diperingati...
1 Desember Diperingati Hari Kemerdekaan, Ini Respons Warga Papua
TPNPB-OPM Benarkan Salah...
TPNPB-OPM Benarkan Salah Satu Pimpinan Sayap Militer Mereka Tewas
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved