Egois, Ical dan Agung Dimarahi Kader Golkar se-Indonesia
Selasa, 26 Mei 2015 - 12:39 WIB
Egois, Ical dan Agung Dimarahi Kader Golkar se-Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Dua elite Partai Golkar Aburizal Bakrie atau biasa disapa Ical dan Agung Laksono yang terlibat konflik internal diyakini tidak mengecewakan partainya dalam agenda pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang dimulai Desember, 2015 ini.
Maka itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Muyawarah Nasional (Munas) Bali, Ade Komarudin yakin upaya islah kedua kubu akan menemukan titik temu menjelang pelaksanaan pilkada serentak.
"Pasti selesai, ini ada kepentingan bersama. Di daerah kan berkepentingan soal ini. Itu berarti tentu mereka mecari kebijaksanaan. Pasti ada ujungnya," ujar Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/5/2015).
Menurutnya, titik temu itu bisa dicapai jika Ical dan Agung Laksono sama-sama tidak mengedepankan sikap egois masing-masing. Dia mengakui dalam proses islah ini ada kendala, meskipun hasil akhirnya mencapai islah sebelum pelaksanaan pilkada serentak dimulai.
"Mereka akan dimarahi kader Golkar di Indonesia. Mereka akan dimarahi sebagai orang yang mempertahankan egonya," tukasnya.
Baca: Kubu Agung Laksono Bantah Ada Rencana Islah.
Maka itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Muyawarah Nasional (Munas) Bali, Ade Komarudin yakin upaya islah kedua kubu akan menemukan titik temu menjelang pelaksanaan pilkada serentak.
"Pasti selesai, ini ada kepentingan bersama. Di daerah kan berkepentingan soal ini. Itu berarti tentu mereka mecari kebijaksanaan. Pasti ada ujungnya," ujar Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/5/2015).
Menurutnya, titik temu itu bisa dicapai jika Ical dan Agung Laksono sama-sama tidak mengedepankan sikap egois masing-masing. Dia mengakui dalam proses islah ini ada kendala, meskipun hasil akhirnya mencapai islah sebelum pelaksanaan pilkada serentak dimulai.
"Mereka akan dimarahi kader Golkar di Indonesia. Mereka akan dimarahi sebagai orang yang mempertahankan egonya," tukasnya.
Baca: Kubu Agung Laksono Bantah Ada Rencana Islah.
(kur)