Pansel Capim KPK Harus Proaktif
Senin, 25 Mei 2015 - 06:17 WIB
Pansel Capim KPK Harus Proaktif
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta panitia seleksi (pansel) calon pimpinan (capim) KPK 2015-2019 proaktif dalam melakukan penyeleksian. Pansel diharapkan dapat merumuskan metodologi assessment tepat yang sanggung menyaring calon-calon pemimpin KPK.
KPK berharap, dengan metodologi assessment yang tepat, delapan orang capim terpilih nanti seluruhnya ideal untuk memimpin KPK dalam empat tahun ke depan.
Delapan orang itu tentu akan diserahkan pansel ke presiden yang kemudian disodorkan ke DPR untuk disaring jadi lima orang terpilih. Pansel tidak semata dalam posisi menunggu calon yang datang mendaftar.
"Metode jemput bola bisa saja dilakukan jika pansel merasa itu efektif untuk menjaring calon yang mumpuni," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha kepada KORAN SINDO di Jakarta, Minggu 24 Mei 2015.
Lebih lanjut, dia berpandangan, penelusuran rekam jejak capim 2015-2015 dan berapa lama mau dilakukan tentu tergantung pansel. "Mekanismenya pansel yang akan menentukan. Apakah sampai ke rekam jejak atau cukup dokumen dan surat pernyataan," tandasnya.
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk sembilan orang pansel capim KPK. Mereka adalah Destry Damayanti selaku ketua merangkap anggota yang merupakan ahli ekonomi dan keuangan sekaligus chief economist Bank Mandiri. Enny Nurbaningsih selaku wakil ketua merangkap anggota. Enny berlatar belakang ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkumham dan dosen Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum, UGM.
Anggotanya Harkristuti Harkrisnowo (ketua Badan Pengembangan SDM Kemenkumham), Betti S Alisjabana (mantan general manager IBM ASEAN & Asia Selatan), Yenti Ganarsih (ahli hukum pidana ekonomi dan pencucian uang), dan Supra Wimbarti (dekan Fakultas Psikologi, UGM).
Berikutnya Natalia Subagyo (sekretaris Tim Independen Reformasi Birokrasi Kemenpan Reformasi Birokrasi), Diani Sadiawati (direktur analisa peraturan perundangundangan Bappenas), dan Meuthia Ganie-Rochman (ahli sosiologi korupsi dan modal sosial, sekaligus dosen FISIP, UI).
KPK berharap, dengan metodologi assessment yang tepat, delapan orang capim terpilih nanti seluruhnya ideal untuk memimpin KPK dalam empat tahun ke depan.
Delapan orang itu tentu akan diserahkan pansel ke presiden yang kemudian disodorkan ke DPR untuk disaring jadi lima orang terpilih. Pansel tidak semata dalam posisi menunggu calon yang datang mendaftar.
"Metode jemput bola bisa saja dilakukan jika pansel merasa itu efektif untuk menjaring calon yang mumpuni," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha kepada KORAN SINDO di Jakarta, Minggu 24 Mei 2015.
Lebih lanjut, dia berpandangan, penelusuran rekam jejak capim 2015-2015 dan berapa lama mau dilakukan tentu tergantung pansel. "Mekanismenya pansel yang akan menentukan. Apakah sampai ke rekam jejak atau cukup dokumen dan surat pernyataan," tandasnya.
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk sembilan orang pansel capim KPK. Mereka adalah Destry Damayanti selaku ketua merangkap anggota yang merupakan ahli ekonomi dan keuangan sekaligus chief economist Bank Mandiri. Enny Nurbaningsih selaku wakil ketua merangkap anggota. Enny berlatar belakang ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkumham dan dosen Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum, UGM.
Anggotanya Harkristuti Harkrisnowo (ketua Badan Pengembangan SDM Kemenkumham), Betti S Alisjabana (mantan general manager IBM ASEAN & Asia Selatan), Yenti Ganarsih (ahli hukum pidana ekonomi dan pencucian uang), dan Supra Wimbarti (dekan Fakultas Psikologi, UGM).
Berikutnya Natalia Subagyo (sekretaris Tim Independen Reformasi Birokrasi Kemenpan Reformasi Birokrasi), Diani Sadiawati (direktur analisa peraturan perundangundangan Bappenas), dan Meuthia Ganie-Rochman (ahli sosiologi korupsi dan modal sosial, sekaligus dosen FISIP, UI).
(mhd)