Ini Alasan Jokowi Harus Reshuffle Kabinet Kerja

Minggu, 24 Mei 2015 - 16:52 WIB
Ini Alasan Jokowi Harus...
Ini Alasan Jokowi Harus Reshuffle Kabinet Kerja
A A A
JAKARTA - Kabinet Kerja yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus segera dirombak karena kinerja sejumlah menteri dan staf kepresidenan dinilai sangat lemah.

Ketua Departemen Riset PARA Syndicate Toto Sugiarto menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan publik menuntut perombakan. Selain dinilai karena kesalahan Jokowi dalam mendistribusikan kewenangan juga dalam bidang-bidang yang menjadi tanggung jawab menterinya.

"Ada mungkin kesalahan Pak Jokowi. Tapi Jokowi sudah mendistribusikan kewenangnanya di kabinet dan perbidangannya adalah tentu tanggung jawab menteri. Nah, menteri dan staf kepresidenannya itu lemah," kata Toto dalam Diskusi bertajuk Zona Ketidakstabilan Jokowi: Kocok Ulang Kabinet di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (24/5/2015).

Toto mengungkapkan, ada beberapa menteri yang dinilai tidak cakap dalam menjalankan pekerjaannya. Seperti Menteri Ekonomi yang seringkali salah dalam membaca situasi perekonomian sehingga timbul kesalahpahaman di mata publik.

Beberapa menteri juga dinilai tidak dapat membangun komunikasi yang baik dengan parlemen. "Contoh hak angket untuk Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Itu bukti tidak bisa membaca peran dan komunikasi yang baik," kata dia.

Selain kecakapan dan komunikasi, lanjut Toto, jaringan yang luas penting dimiliki oleh seorang pembantu presiden. Namun, sekelas Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) dinilainya juga belum memiliki itu. Sehingga penting juga bagi Presiden Jokowi melakukan reshuffle kepada Kepala Bappenas.

Ditambahkan Toto, para menteri juga dirasa terlalu sibuk memoles citra dan agenda politiknya sendiri. Sehingga mereka seolah tidak sadar dengan kondisi dibelakangnya yang sudah sangat mengkhawatirkan.

"Jadi yang dijalankan bukan Nawacita tapi program-program dia (menteri). Secara umum, menteri tidak punya koordinasi dan kepemimpinan yang baik," tuturnya. Atas dasar itu, dikhawatirkan ada pendegradasian ide dan kerja cerdas yang mungkin sebenarnya dimiliki oleh masing-masing individu.

Oleh karena itu, reshuffle ini penting menjadi fokus Presiden Jokowi. "Perombakan adalah hak presiden, tapi pada saat kondisi sekarang, perombakan jadi jalan satu-satunya. Maka perombakan wajib dilaksanakan presiden bukan lagi hak," tegas Toto.
(whb)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved