Biaya Pilkada Bengkak, KPU Perlu Diaudit BPK

Sabtu, 23 Mei 2015 - 04:50 WIB
Biaya Pilkada Bengkak,...
Biaya Pilkada Bengkak, KPU Perlu Diaudit BPK
A A A
JAKARTA - Penyelenggaraan Pilkada Serentak dimaksudkan agar pelaksanaannya lebih efisien dan efektif baik dari segi biaya maupun waktu. Namun, biaya Pilkada Serentak 2015 justru membengkak drastis hingga Rp4 triliun. Sehingga, DPR mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Saya kira wajar dilakukan audit karena biaya KPU besar. Ini lucu, masa pilkada serentak seharusnya lebih efektif efisien tapi malah naik (biaya pilkada)," kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Fadli menjelaskan, biaya pilkada serentak di 269 daerah melonjak menjadi Rp7 triliun dari yang seharusnya Rp3 triliun. Sehingga, ada kenaikan Rp4 triliun. KPU diminta harus mampu membuktikan dan mempertanggungjawabkan apa yang dikerjakan.

"Ini konyol jadi harus diaudit, audit kinerjanya juga," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.

Menurut Fadli, KPU merupakan salah satu lembaga negara yang juga merupakan mitra kerja DPR. Sehingga, menjadi suatu prinsip yang wajar jika DPR perlu mengoreksi dan meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah dilakukan oleh KPU terkait persiapan pilkada.

"Harus koreksi apa yang diajukan oleh KPU, oleh karena itu kita minta BPK untuk audit KPU. Harusnya lebih murah kok jadi lebih mahal," tegas Fadli.

Selain itu, Fadli menilai, KPU saat ini tidak profesional, karena diduga telah bermuatan politik. Karena, win-win solution yang direkomendasikan oleh Komisi II DPR guna mengakomodir dua partai politik berkonflik, diabaikan begitu saja. Kemudian KPU meminta payung hukum berupa revisi UU Pilkada, dan sekarang KPU menolak.

"Setelah diusulkan mereka sendiri menolak kan lucu. KPU enggak profesional, ketidakprofesionalannya ke mana-mana," tandasnya.(ico)
(kur)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Aji Mumpung Anak Mahkota...
Aji Mumpung Anak Mahkota di Pemilihan Kepala Daerah
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
27 November Akan Ditetapkan...
27 November Akan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional  
Berita Terkini
Penanganan Perkara Jampidsus...
Penanganan Perkara Jampidsus Dialihkan dari Polri, Kejagung Terbitkan Tiga Sprindik
Soal Peralihan Penyidikan...
Soal Peralihan Penyidikan Jampidsus, Pakar: Diskresi demi Cegah Konflik Antarpenegak Hukum
Prabowo Sampaikan Belasungkawa...
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Karier Febrie Tamat,...
Karier Febrie Tamat, Gus Lilur: Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
PPATK Siap Bantu Lacak...
PPATK Siap Bantu Lacak Aliran Uang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Gandeng KPK Jadi Sinyal...
Gandeng KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved