Pansel KPK Harus Bebas dari Intervensi dan Tekanan
Kamis, 21 Mei 2015 - 15:46 WIB
Pansel KPK Harus Bebas dari Intervensi dan Tekanan
A
A
A
JAKARTA - Publik menaruh harapan besar kepada Panitia seleksi (Pansel) Calon pemimpin (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pansel harus profesional, transparan dan menghasilkan Komisioner KPK berintegritas.
Pakar hukum tata negara dari Universitas Parahyangan Bandung Asep Warlan Yusuf meminta Pansel KPK tidak cengeng dan mampu bertahan dari tekanan pihak manapun.
"Tim pansel tidak boleh cengeng, tidak manja, tidak lekas mengalah terhadap tekanan yang luar biasa beratnya, tidak lekas meminta bantuan terhadap pihak manapun," kata Asep kepada Sindonews, Kamis (21/5/2015).
Menurut Asep, Pansel KPK pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus berani dan kuat dari segala tekanan yang muncul.
"Sangat jelas kuat (kemungkinan ada tekanan), baik dari tokoh, parpol (partai politik), lembaga-lembaga, pengusaha dan koruptor," tegas Asep.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi sudah memilih sembilan orang Pansel Capim KPK. Sembilan itu semuanya perempuan dengan kemampuan yang berbeda-beda. Pansel diminta segera bekerja melakukan seleksi.
Berikut sembilan perempuan dari latar belakang yang berbeda-beda pilihan Presiden Jokowi yakni, Destry Damayanti, Enny Nurbaningsih, Harkrituti Haskrisnowo, Betti S Alisjabana, Yenti Garnasih, Supra Wimbarti, Natalia Subagio, Diani Sadiawati, dan Meuthia Ganie Sadiawati.
Pakar hukum tata negara dari Universitas Parahyangan Bandung Asep Warlan Yusuf meminta Pansel KPK tidak cengeng dan mampu bertahan dari tekanan pihak manapun.
"Tim pansel tidak boleh cengeng, tidak manja, tidak lekas mengalah terhadap tekanan yang luar biasa beratnya, tidak lekas meminta bantuan terhadap pihak manapun," kata Asep kepada Sindonews, Kamis (21/5/2015).
Menurut Asep, Pansel KPK pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus berani dan kuat dari segala tekanan yang muncul.
"Sangat jelas kuat (kemungkinan ada tekanan), baik dari tokoh, parpol (partai politik), lembaga-lembaga, pengusaha dan koruptor," tegas Asep.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi sudah memilih sembilan orang Pansel Capim KPK. Sembilan itu semuanya perempuan dengan kemampuan yang berbeda-beda. Pansel diminta segera bekerja melakukan seleksi.
Berikut sembilan perempuan dari latar belakang yang berbeda-beda pilihan Presiden Jokowi yakni, Destry Damayanti, Enny Nurbaningsih, Harkrituti Haskrisnowo, Betti S Alisjabana, Yenti Garnasih, Supra Wimbarti, Natalia Subagio, Diani Sadiawati, dan Meuthia Ganie Sadiawati.
(maf)