Mayora Marketing Way, Suatu Standar Bisnis

Rabu, 20 Mei 2015 - 11:13 WIB
Mayora Marketing Way,...
Mayora Marketing Way, Suatu Standar Bisnis
A A A
Mayora telah memasuki pasar global sejak 1982. Awalnya, perusahaan produsen permen Kopiko, biskuit Malkis, sereal Energen, dan lainnya ini bermain dulu di panggung ASEAN. Secara bertahap Mayora kemudian merangsek pasar Afrika, Asia, China, Eropa, dan Amerika.

Ekspansi Mayora di pasar dunia terus meluas hingga pada 2013 lalu masuk ke Amerika Latin seperti Meksiko dan Kolombia. Untuk produk permen, kopi, dan biskuit, Mayora menargetkan penjualan senilai USD1 juta di Meksiko. Sementara itu, untuk produk wafer stick, butter cookies, dan biskuit dari kemitraan dagang dengan Sweet Brands SAS Kolombia, Mayora menargetkan pemasukan USD255.500.

Total sudah 80 negara yang dimasuki Mayora. Sebelum masuk ke negara-negara itu, Mayora lebih dulu melakukan riset pasar untuk memahami preferensi konsumen. Mereka menggandeng lembaga penelitian lokal dan membentuk kelompok kerja. Pascamemperoleh consumer insight serta market insight di negara yang dituju plus menentukan merek yang cocok dibawa ke pasar tersebut, langkah berikutnya adalah menetapkan strategi untuk 4P (product, pricing, placement, dan promotion ).

Product sampling disebar di sejumlah pusat belanja sebagai bagian dari promosi. Mayora pun membangun sistem distribusi pemasaran melalui kemitraan dengan distributor lokal yang memang paham betul pasar di negara terkait. Agar lebih dikenal di pasar global, Mayora gencar mempromosikan merekmereknya melalui beragam kegiatan above the line maupun below the line .

Aktivitas marketing yang mereka jalankan di pasar global sama seriusnya dengan marketing berbagai brand yang dibangun di Indonesia. Keputusan Mayora memasuki pasar dunia ketika para pemain lokal lainnya masih sibuk bertarung di pasar domestik tak lepas dari visi perusahaan, yakni menjadi pemain global.

Hal itu tercermin dari logo Mayora yang menggambarkan gerbang terbuka menuju Global Company. Mayora tidak memasarkan semua produknya di pasar global. Merek yang dikedepankan dalam pertarungan di pasar global adalah Kopiko, Danisa, Energen, Malkist, Beng Beng, dan Choki Choki.

Dua merek pertama benar-benar menjadi andalan. Positioning Kopiko adalah ”Serves the Coffee You Love”, sedangkan Danisa ”Premium Butter Cookies”. Menurut Global Marketing Head PT Mayora Indah Tbk, Ricky Afrianto, tantangan terbesar saat menjajaki pasar global adalah menciptakan strategi yang jitu agar produk-produk Mayora dapat diterima, baik dari sisi kualitas maupun benefit.

”Kami harus mempunyai kualitas produk internasional dan inovatif, termasuk memahami karakteristik market dan konsumen di negara yang dituju. Kuncinya, intuisi bisnis, pemahaman pasar, dan memberikan value kepada konsumen,” kata Ricky. Ricky mengatakan, agar tetap eksis di pasar global, dibutuhkan komitmen perusahaan yang tinggi dalam memahami konsumen.

Demi memahami terus perkembangan karakter pasar, juga sikap dan perilaku konsumen, Mayora berani investasi dalam melakukan penelitian serta mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang berbeda di setiap negara. Perusahaan juga senantiasa beradaptasi dengan regulasi yang berbeda-beda pula di setiap negara. Mayora juga membuat standar bisnis, salah satunya Mayora Marketing Way.

”Kami harus mempunyai proses bisnis yang baik agar setiap orang Mayora di mana pun mereka bekerja memiliki bahasa pemasaran, value, dan prinsip yang sama,” ujar Ricky. Ada empat hal yang hingga kini masih menjadi added value Mayora dalam bertarung di pasar lokal maupun global.

Pertama , kekuatan produk. Mayora senantiasa berpedoman tinggi terhadap kualitas, diferensiasi dan inovasi produk. Ricky percaya kekuatan yang dimiliki itu tidak sekadar menjawab kebutuhan konsumen, tetapi juga menjaga competitive edge persaingan.

Kedua, people. Sumber daya manusia (SDM) atau talenta yang andal adalah aset yang secara strategis dapat menjaga ekosistem perusahaan guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Alhasil, Mayora pun berani berinvestasi SDM di pasar global, yakni hight profile local talent recruitment.

Ketiga, proses. Dengan berbasis pada proses bisnis yang terstruktur, Mayora lebih cepat dan efektif dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, produk pun lebih tepat dan cepat sampai ke konsumen.

Keempat, brand. Sejatinya merek-merek andalan Mayora adalah yang memiliki unsur heritage yang kuat, yang mampu membuat ikatan emosional di hati konsumen. Dengan demikian, merek-merek Mayora dapat bertahan di benak konsumen alias top of mind.

Ilham safutra
(ftr)
Berita Terkait
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Sebut TKW Mirip Lipsus Orde Baru, Bakal Merembet ke Lembaga Lain
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Di Tengah Genosida,...
Di Tengah Genosida, Pelaku Bisnis Israel-AS Bahas Megaproyek Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved