Tiga Kali Mangkir Pemeriksaan, Wabup Cirebon Dijemput Paksa

Selasa, 19 Mei 2015 - 10:49 WIB
Tiga Kali Mangkir Pemeriksaan,...
Tiga Kali Mangkir Pemeriksaan, Wabup Cirebon Dijemput Paksa
A A A
CIREBON - Wakil Bupati Cirebon Tasiya Soemadi kemarin dijemput paksa petugas Kejaksaan Agung (Kejagung) akibat kembali mangkir dari panggilan ketiganya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penggunaan APBD Kabupaten Cirebon 2009-2012.

Berdasarkan informasi, Tasiya dijemput paksa di Rusun Muara Baru, Pluit, Jakarta, sekitar pukul 16.15 WIB. Sedianya dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka kasus tersebut di Kejagung kemarin. Namun, akibat kembali mangkir pada panggilan ketiga tersebut, mantan ketua DPC PDI Perjuangan itu pun diamankan dengan cara dijemput paksa.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Tony Spontana kepada KORAN SINDO menerangkan, Tasiya diamankan untuk dihadapkan ke penyidik. ”Tasiya diamankan oleh Tim Intel dan Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung bersama tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara,” ungkap dia saat dihubungi telepon selulernya.

Disinggung kemungkinan Tasiya langsung ditahan dalam pemanggilannya kali ini, Tony menjelaskan itu belum ditetapkan. Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumber, Kabupaten Cirebon, Dedie Tri Haryadi mengakui, Tasiya mangkir dari panggilan pertamanya yang diagendakan Kejagung pada 7 Mei lalu. Dia kembali mangkir dari panggilan keduanya pada 11 Mei.

”Tersangka mangkir dua kali dengan alasan sakit, berbekal surat dari RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Kalau mangkir lagi dari panggilan ketiga, sesuai ketentuan dia akan dijemput paksa,” tegas dia ditemui di kantornya sore kemarin. Hingga kini, selain Tasiya, Kejagung telah menetapkan dan menahan dua tersangka lain dalam kasus ini yakni para pengurus PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon Emon Purnomo dan Subekti Sunoto.

Tasiya Soemadi yang saat kasus terjadi menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Cirebon belum ditahan dan masih sempat menjalankan tugasnya sebagai wakil bupati Cirebon hingga kemarin. Ketiganya disangka melakukan korupsi dana bansos di Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2009-2012 dengan nilai total kerugian sekitar Rp1,8 miliar.

Atas kasus ini, Kejagung telah menggeledah sejumlah tempat. Termasuk rumah dinas maupun pribadi Tasiya serta menyita sejumlah dokumen, perhiasan, hingga rumah yang dimiliki tersangka.

Erika lia
(ftr)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Profil Rafael Granada...
Profil Rafael Granada Baay, Putra Tidore yang Sandang Pangkat Bintang Tiga TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved