Jelang 20 Mei, Jokowi Undang Mahasiswa ke Istana
Senin, 18 Mei 2015 - 23:08 WIB
Jelang 20 Mei, Jokowi Undang Mahasiswa ke Istana
A
A
A
JAKARTA - Di tengah santernya isu aksi besar-besaran mahasiswa pada 20 Mei mendatang, Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah kampus di Istana Merdeka.
Presiden dan mahasiswa membahas banyak persoalan termasuk kebijakan pemerintah terkait pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Perwakilan BEM dari sejumlah kampus itu datang ke Istana sekira pukul 19.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Para mahasiswa mengaku banyak pertanyaan yang belum dijawab oleh Presiden Jokowi.
Presiden Mahasiwa Trisaksi Muhammad Puri Andamas mengatakan, para mahasiwa sangat rindu berdiskusi langsung dengan presiden sebagai kepala negara. Dengan begitu Mahasiswa bisa menyampaikan gagasannya.
"Setiap kampus diberi kesempatan menyampaikan agenda masing-masing. Ada beberapa yang puas ada juga yang belum dijawab," kata dia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (18/5/2015).
Dia mengatakan, dalam diskusinya dengan Presiden Jokowi, juga menyinggung soal penuntasan kasus hak asasi manusia (HAM) di Indonesia, termasuk persoalan pendidikan.
"Pak Jokowi berjanji akan memberikan kejelasan untuk itu. Diskusi hari ini membuat kami mendapat jawaban dari Presiden. Beliau janji kesempatan ini bukan kesempatan terakhir," tegasnya.
Sementara Ketua BEM Universitas Indonesia, Andi Aulia Rahman mengatakan Pemerintah Jokowi masih perlu diperbaiki.
"Hari ini bukan juga tak memiliki hasil. Yg pertama presiden menjanjikan transparansi alokasi pengalihan subsidi BBM. Kedua, kami mendapat kepastian pengelolaan blok mahakam akan mayoritas dipegang negara," tutur Andi.
Presiden dan mahasiswa membahas banyak persoalan termasuk kebijakan pemerintah terkait pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Perwakilan BEM dari sejumlah kampus itu datang ke Istana sekira pukul 19.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Para mahasiswa mengaku banyak pertanyaan yang belum dijawab oleh Presiden Jokowi.
Presiden Mahasiwa Trisaksi Muhammad Puri Andamas mengatakan, para mahasiwa sangat rindu berdiskusi langsung dengan presiden sebagai kepala negara. Dengan begitu Mahasiswa bisa menyampaikan gagasannya.
"Setiap kampus diberi kesempatan menyampaikan agenda masing-masing. Ada beberapa yang puas ada juga yang belum dijawab," kata dia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (18/5/2015).
Dia mengatakan, dalam diskusinya dengan Presiden Jokowi, juga menyinggung soal penuntasan kasus hak asasi manusia (HAM) di Indonesia, termasuk persoalan pendidikan.
"Pak Jokowi berjanji akan memberikan kejelasan untuk itu. Diskusi hari ini membuat kami mendapat jawaban dari Presiden. Beliau janji kesempatan ini bukan kesempatan terakhir," tegasnya.
Sementara Ketua BEM Universitas Indonesia, Andi Aulia Rahman mengatakan Pemerintah Jokowi masih perlu diperbaiki.
"Hari ini bukan juga tak memiliki hasil. Yg pertama presiden menjanjikan transparansi alokasi pengalihan subsidi BBM. Kedua, kami mendapat kepastian pengelolaan blok mahakam akan mayoritas dipegang negara," tutur Andi.
(dam)