HT: Perindo Ingin Perubahan Besar, Bukan Ramaikan Politik
Kamis, 14 Mei 2015 - 17:05 WIB
HT: Perindo Ingin Perubahan Besar, Bukan Ramaikan Politik
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo menegaskan kehadiran Partai Perindo untuk mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat, bukan untuk meramaikan perpolitikan nasional.
Menurut Hary Tanoesoedibjo (HT), sampai saat ini kesenjangan sosial masih tinggi sehingga kesejahteraan belum merata di Tanah Air.
Oleh karena itu, kata HT, perlu perubahan besar untuk mengatasi kesenjangan tersebut. "Keberadaan kita jelas tidak untuk meramaikan perpolitikan nasional. Kita ada untuk mengubah Indonesia," kata HT saat membuka Kegiatan Workshop dan Training of Trainer Perkaderan Partai Perindo di MNC Tower, Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2015).
HT meminta kkadernya untuk bersama-sama menghapuskan kesenjangan sosial lewat partai yang didirikannya. "Karena ekonomi kita hanya digerakkan sekelompok minoritas semata," katanya. (Baca: Perindo Gelar Workshop dan Pelatihan Kader)
Terakhir, dia mengatakan masyarakat yang sejahtera akan memberikan pengaruh positif terhadap persatuan di Indonesia. "Kalau itu bisa dilakukan, Indonesia pasti lebih maju," katanya.
Menurut Hary Tanoesoedibjo (HT), sampai saat ini kesenjangan sosial masih tinggi sehingga kesejahteraan belum merata di Tanah Air.
Oleh karena itu, kata HT, perlu perubahan besar untuk mengatasi kesenjangan tersebut. "Keberadaan kita jelas tidak untuk meramaikan perpolitikan nasional. Kita ada untuk mengubah Indonesia," kata HT saat membuka Kegiatan Workshop dan Training of Trainer Perkaderan Partai Perindo di MNC Tower, Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2015).
HT meminta kkadernya untuk bersama-sama menghapuskan kesenjangan sosial lewat partai yang didirikannya. "Karena ekonomi kita hanya digerakkan sekelompok minoritas semata," katanya. (Baca: Perindo Gelar Workshop dan Pelatihan Kader)
Terakhir, dia mengatakan masyarakat yang sejahtera akan memberikan pengaruh positif terhadap persatuan di Indonesia. "Kalau itu bisa dilakukan, Indonesia pasti lebih maju," katanya.
(dam)