Hollande Minta AS Cabut Embargo Kuba

Rabu, 13 Mei 2015 - 10:28 WIB
Hollande Minta AS Cabut...
Hollande Minta AS Cabut Embargo Kuba
A A A
HAVANA - Presiden Prancis Francois Hollande meminta Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri embargo terhadap Kuba. Seruan itu disampaikan saat dia bertemu dengan Fidel Castro. Hollande menjadi pemimpin Barat pertama yang berkunjung ke Kuba sejak membaiknya hubungan Washington dan Havana pada beberapa waktu lalu.

Presiden Prancis yang berhaluan sosialis itu ingin membuat sejarah sebagai presiden Prancis pertama yang mengunjungi Kuba sejak 1898. ”Prancis akan melakukan hal apa pun untuk menjamin berbagai embargo yang merusak pembangunan Kuba dapat dicabut,” kata Hollande dikutip AFP . Dia menyindir embargo perdagangan AS terhadap Kuba yang menghancurkan Kuba.

”Pencabutan embargo itu berdampak pada identitas Kuba akan dihargai, itulah yang harus dilakukan,” imbuhnya. Presiden Hollande juga bertemu pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro, 88. Keduanya bertemu selama satu jam. Fidel Castro yang memimpin revolusi Kuba pada 1959 itu menjadi tokoh yang menginspirasi Hollande. Nama pemimpin revolusioner Kuba itu juga memiliki nama baik di Partai Sosialis Prancis yang dipimpin Hollande.

”Setiap datang ke Kuba, saya ingin bertemu Fidel Castro. Meskipun ada debat mengenai tanggung jawab dan pengaruhnya, Fidel merupakan orang yang membuat sejarah,” ujar Hollande dikutip Reuters . Selain bertemu Fidel Castro, Hollande juga bertemu dengan Presiden Kuba Raul Castro, 83. Raul mengungkapkan Prancis memainkan peranan penting dalam penguatan hubungan Kuba dengan Uni Eropa.

Kedua pemimpin juga sepakat untuk meningkatkan hubungan kerja sama Prancis-Kuba dengan saling menghargai identitas masing-masing. Kunjungan bersejarah itu, menurut Hollande, akan diikuti para pemimpin Eropa dan dunia lainnya. Sebelumnya, Raul Castro berkunjung ke Vatikan untuk bertemu dengan Paus Fransiskus pada Minggu (10/5) lalu. Selama ini, Paus Fransiskus merupakan tokoh yang memediasi perbaikan hubungan antara AS dan Kuba.

Dalam kunjungan tersebut, Raul mengucapkan rasa terima kasih kepada Paus atas peranannya sebagai mediator. Raul Castro yang didampingi Menteri Luar Negeri Bruno Rodriguez Parrilla bertemu Paus Fransiskus di ruangan pribadi. Mereka berbincang-bincang selama sepuluh menit. Bulan lalu Vatikan mengumumkan bahwa Paus Fransiskus akan berkunjung ke Kuba pada September mendatang.

Nararya / andika
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Yusril Ungkap Modus 'Permainan' di Jajaran Imigrasi
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved