Ibas Ogah Jadi Sekjen Demokrat Lagi, Siapa Berminat?
Senin, 11 Mei 2015 - 20:18 WIB
Ibas Ogah Jadi Sekjen Demokrat Lagi, Siapa Berminat?
A
A
A
SURABAYA - Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) diyakini tak akan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, jika ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kembali memimpin partai.
"Mas Ibas sudah menyatakan diri tidak akan menjadi Sekjen jika SBY terpilih (di Kongres IV Demokrat)," ujar Wakil Sekretaris DPP Partai Demokrat Andi Nurpati di Area Kongres Partai Demokrat, Surabaya, Senin (11/5/2016).
Untuk mengisi jabatan sekjen dan wakil ketua umum, ungkap Andi, akan dibahas oleh tim formatur yang terdiri dari DPD dan DPC bersama Ketua Umum.
Andi memberi bocoran, syarat kandidat sekjen dan wakil ketua umum adalah orang yang energik dan memiliki pengalaman berorganisasi. Usianya di kisaran 50 hingga 55 tahun.
Seorang Sekjen juga harus bisa bekerja keras, bersedia menyiapkan waktu untuk partai, serta loyal. Tak kalah pentingnya, adalah adanya kecocokan dengan ketua umum.
"Partai Demokrat butuh pembenahan. Ini dinamika waktu sangat cepat. Kami tidak mau adanya pertentangan antara Ketum dan Sekjen. Harus the right man on the right place," kata mantan Komisioner KPU RI ini.
Andi berpendapat nama Ketua Harian Syarief Hasan dan Wakil Ketua Umum Soekarwo layak dan bisa dipertimbangkan untuk menjadi Sekjen.(ico)
"Mas Ibas sudah menyatakan diri tidak akan menjadi Sekjen jika SBY terpilih (di Kongres IV Demokrat)," ujar Wakil Sekretaris DPP Partai Demokrat Andi Nurpati di Area Kongres Partai Demokrat, Surabaya, Senin (11/5/2016).
Untuk mengisi jabatan sekjen dan wakil ketua umum, ungkap Andi, akan dibahas oleh tim formatur yang terdiri dari DPD dan DPC bersama Ketua Umum.
Andi memberi bocoran, syarat kandidat sekjen dan wakil ketua umum adalah orang yang energik dan memiliki pengalaman berorganisasi. Usianya di kisaran 50 hingga 55 tahun.
Seorang Sekjen juga harus bisa bekerja keras, bersedia menyiapkan waktu untuk partai, serta loyal. Tak kalah pentingnya, adalah adanya kecocokan dengan ketua umum.
"Partai Demokrat butuh pembenahan. Ini dinamika waktu sangat cepat. Kami tidak mau adanya pertentangan antara Ketum dan Sekjen. Harus the right man on the right place," kata mantan Komisioner KPU RI ini.
Andi berpendapat nama Ketua Harian Syarief Hasan dan Wakil Ketua Umum Soekarwo layak dan bisa dipertimbangkan untuk menjadi Sekjen.(ico)
(kur)