Teroris Kelompok KGR yang Ditangkap di Batam Dikenal Tertutup
Rabu, 21 Desember 2016 - 19:22 WIB
Teroris Kelompok KGR yang Ditangkap di Batam Dikenal Tertutup
A
A
A
BATAM - Warga Kaveling Sagulung Bahagia, Blok N Nomor 3, RT03/RW08, Kelurahan Seilekop, Sagulung digegerkan penangkapan terduga teroris HA alias Abisya (28) sekitar pukul 16.30 WIB, Rabu (21/12/2016). Tim Gegana Polda Kepri bersenjata lengkap langsung menggeledah rumah terduga teroris. Penggerebekan terduga teroris ini menjadi tontonan warga setempat.
Pantauan SINDO BATAM di lokasi, mobil Gegana dan personel polisi mengepung sekitar rumah terduga teroris. Ratusan warga setempat antusias ingin menyaksikan penggerebekan polisi.
Polisi sesekali mengambil handphone (HP) warga yang hendak mengabadikan proses penggerebekan tersebut. Masyarakat setempat tidak menyangka ada warganya yang terlibat terorisme. Hingga malam, warga masih penasaran dengan penangkapan pelaku.
"Tiba-tiba saja polisi ramai, katanya ada teroris. Tak bisa dekat-dekat ke sana, kalau di foto HP diambil polisi menghapus foto-fotonya," ujar salah seorang warga setempat.
Tetangga terduga teroris, Rani mengaku kaget saat baru pulang dari kejaksaan sekeliling rumahnya dipenuhi polisi bersenjata lengkap. Dia mengaku, tidak tahu selama ini tetangganya terlibat dengan jaringan terorisme.
Menurut dia, pemilik rumah merupakan orang yang baik dan bekerja sebagai tukang ojek. Sedangkan anaknya sosok pendiam di tengah masyarakat. "Baru datang dari kejaksaan, pulang sudah ramai polisi. Tidak tahu sama sekali kalau ada teroris," katanya.
Ketua RT 03, Paulus Purek mengaku kaget dengan warganya terlibat dengan jaringan terorisme. Menurut dia, Abisya selama ini orang tertutup di tengah masyarakat. Sepengetahuannya, penangkapan pelaku karena warga curiga dengan aktivitas masyarakat. Di mana akhir-akhir ini terduga sibuk mengerjakan sesuatu di dalam rumah.
"Tidak menyangka sama sekali kalau anak ini terduga teroris. Anaknya memang pendiam dan tidak bergaul dengan masyarakat," katanya.
Informasinya, Abisya selama ini dikenal warga sangat tertutup dan pendiam. Bahkan warga tidak begitu mengenal sosok terduga terorisme itu.
Abisya terlibat dalam kelompok Gonggong Rebus (KGR) dengan pimpinan pimpinan Gigih Rahmat Dewa (GRD) bersama-sama merencanakan kegiatan amaliyah (tindak pidana terorisme) di bawah kendali Bahrunnaim. Dari rumah Abisya polisi mengamankan beberapa barang-barang milik terduga seperti karton, goni, dan lain-lain sebagainya.
Terkait penangkapan tersebut, Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika enggan berkomentar terkait penangkapan pelaku. "Langsung ke kapolda saja," kata Helmy singkat.
Pantauan SINDO BATAM di lokasi, mobil Gegana dan personel polisi mengepung sekitar rumah terduga teroris. Ratusan warga setempat antusias ingin menyaksikan penggerebekan polisi.
Polisi sesekali mengambil handphone (HP) warga yang hendak mengabadikan proses penggerebekan tersebut. Masyarakat setempat tidak menyangka ada warganya yang terlibat terorisme. Hingga malam, warga masih penasaran dengan penangkapan pelaku.
"Tiba-tiba saja polisi ramai, katanya ada teroris. Tak bisa dekat-dekat ke sana, kalau di foto HP diambil polisi menghapus foto-fotonya," ujar salah seorang warga setempat.
Tetangga terduga teroris, Rani mengaku kaget saat baru pulang dari kejaksaan sekeliling rumahnya dipenuhi polisi bersenjata lengkap. Dia mengaku, tidak tahu selama ini tetangganya terlibat dengan jaringan terorisme.
Menurut dia, pemilik rumah merupakan orang yang baik dan bekerja sebagai tukang ojek. Sedangkan anaknya sosok pendiam di tengah masyarakat. "Baru datang dari kejaksaan, pulang sudah ramai polisi. Tidak tahu sama sekali kalau ada teroris," katanya.
Ketua RT 03, Paulus Purek mengaku kaget dengan warganya terlibat dengan jaringan terorisme. Menurut dia, Abisya selama ini orang tertutup di tengah masyarakat. Sepengetahuannya, penangkapan pelaku karena warga curiga dengan aktivitas masyarakat. Di mana akhir-akhir ini terduga sibuk mengerjakan sesuatu di dalam rumah.
"Tidak menyangka sama sekali kalau anak ini terduga teroris. Anaknya memang pendiam dan tidak bergaul dengan masyarakat," katanya.
Informasinya, Abisya selama ini dikenal warga sangat tertutup dan pendiam. Bahkan warga tidak begitu mengenal sosok terduga terorisme itu.
Abisya terlibat dalam kelompok Gonggong Rebus (KGR) dengan pimpinan pimpinan Gigih Rahmat Dewa (GRD) bersama-sama merencanakan kegiatan amaliyah (tindak pidana terorisme) di bawah kendali Bahrunnaim. Dari rumah Abisya polisi mengamankan beberapa barang-barang milik terduga seperti karton, goni, dan lain-lain sebagainya.
Terkait penangkapan tersebut, Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika enggan berkomentar terkait penangkapan pelaku. "Langsung ke kapolda saja," kata Helmy singkat.
(kri)